alexametrics
31 C
Sidoarjo
Sunday, 26 June 2022

Pengembangan Desa Harus Menyesuaikan Kearifan Lokal

SIDOARJO – Pembangunan di tingkat desa perlu untuk terus ditingkatkan. Tapi, pembangunan dan pengembangan desa juga perlu menyesuaikan dengan kearifan lokal.

Kepala Desa Penambangan, Kecamatan Balongbendo Helmy Firmansyah mencontohkan, Desa Penambangan memiliki beragam potensi dan keberagaman masyarakat. Tentunya jika ada program pembangunan desa maka harus menyesuaikan potensi dan keberagaman itu.

Misalnya, dari 5.000an warga Desa Penambangan banyak yang bekerja sebagai pedagang, maka dalam program pembangunan  desa perlu bisa menampung kebutuhan dari seorang pedagang. Karena itu, beberapa waktu lalu Desa Penambangan membangun pujasera di samping Kantor Desa sebagai lahan untuk para pedagang berjualan.

“Menyediakan tempat untuk pedagang,” katanya.

Dengan hadirnya pujasera itu kini mampu menjadi sarana masyarakat untuk berdagang. Tapi hal positifnya lagi adalah mampu meningkatkan pendapatan desa.

“Pemasukan bisa capai Rp 15 juta perbulan dari pujasera,” imbuhnya.

Di sisi lain, ujar Helmy, konsep pengembangan desa di Penambangan belum tentu relevan untuk dikembangkan di desa lain. Karena masing-masing desa memiliki keunikan dan potensi tersendiri.

Pemerintah desa perlu menggali potensi-potensi dan karakter desa yang kemudian dikembangkan melalui inovasi pembangunan yang khas.

“Menyesuaikan dengan kearifan lokal,” tegasnya.

Dengan demikian, pembangunan desa bakal berjalan dengan baik. Serta dampak lanjutannya juga mendukung peningkatan ekonomi masyarakat Sidoarjo. (son/vga)

SIDOARJO – Pembangunan di tingkat desa perlu untuk terus ditingkatkan. Tapi, pembangunan dan pengembangan desa juga perlu menyesuaikan dengan kearifan lokal.

Kepala Desa Penambangan, Kecamatan Balongbendo Helmy Firmansyah mencontohkan, Desa Penambangan memiliki beragam potensi dan keberagaman masyarakat. Tentunya jika ada program pembangunan desa maka harus menyesuaikan potensi dan keberagaman itu.

Misalnya, dari 5.000an warga Desa Penambangan banyak yang bekerja sebagai pedagang, maka dalam program pembangunan  desa perlu bisa menampung kebutuhan dari seorang pedagang. Karena itu, beberapa waktu lalu Desa Penambangan membangun pujasera di samping Kantor Desa sebagai lahan untuk para pedagang berjualan.

“Menyediakan tempat untuk pedagang,” katanya.

Dengan hadirnya pujasera itu kini mampu menjadi sarana masyarakat untuk berdagang. Tapi hal positifnya lagi adalah mampu meningkatkan pendapatan desa.

“Pemasukan bisa capai Rp 15 juta perbulan dari pujasera,” imbuhnya.

Di sisi lain, ujar Helmy, konsep pengembangan desa di Penambangan belum tentu relevan untuk dikembangkan di desa lain. Karena masing-masing desa memiliki keunikan dan potensi tersendiri.

Pemerintah desa perlu menggali potensi-potensi dan karakter desa yang kemudian dikembangkan melalui inovasi pembangunan yang khas.

“Menyesuaikan dengan kearifan lokal,” tegasnya.

Dengan demikian, pembangunan desa bakal berjalan dengan baik. Serta dampak lanjutannya juga mendukung peningkatan ekonomi masyarakat Sidoarjo. (son/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/