alexametrics
28 C
Sidoarjo
Tuesday, 21 September 2021

Rp 33 Miliar Dana Desa di Sidoarjo untuk Tangani Covid-19

SIDOARJO – Desa-desa di Sidoarjo diminta mendirikan posko penanganan Covid-19. Dari 322 desa yang ada di Sidoarjo, sebanyak 318 di antaranya sudah membentuk posko tingkat desa tersebut.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Fredik Suharto menyebut 318 desa itu sudah membentuk posko dengan segala kelengkapannya. Seperti spanduk imbauan dan lainnya. Dana desa pun juga mulai digunakan untuk penanganan Covid-19.

“Namun, masih banyak keluhan penanganan Covid-19. Terutama, terkait pelayanan pada masyarakat isolasi mandiri,” katanya kemarin (23/7).

Mantan Camat Waru itu menguraikan, pemerintah desa diberikan kewenangan untuk menggunakan minimal delapan persen dari dana desa untuk penanganan Covid-19 di wilayahnya masing-masing.

Jika ditotal anggarannya untuk Covid-19 dari seluruh desa mencapai Rp 33 miliar. Pada pertengahan Juli ini realisasinya sudah Rp 11 Miliar. Dana tersebut bisa untuk biaya pemakaman warga yang terpapar Covid-19 saat isolasi mandiri (isoman) di rumah, membeli handsanitizer dan kebutuhan lainnya baik untuk kebutuhan warga isolasi.

Dia meminta posko penanganan Covid-19 di tingkat desa tidak hanya memberikan imbauan saja melalui spanduk dan semacamnya. Satgas maupun posko di tingkat desa harus memberikan dampak luas bagi masyarakat.

“Seperti mendata gejala Covid-19 ringan dan berat, sehingga penanganan lebih terarah dan jelas,” terangnya.

Menurutnya, selama ini warga yang isoman di rumah belum terdata dengan baik. Harapannya, kebutuhan isoman dicukupi. Jangan sampai, pasien isoman nekat keluar rumah sendiri karena makan maupun obatnya tidak ada yang mengcover.
“Posko ini akan berjalan efektif jika seluruh kebutuhan penunjangnya terpenuhi. Dan saya harap pihak desa mensuport penuh dengan menyiapkan backup anggarannya,” pintanya. (rpp/vga)

SIDOARJO – Desa-desa di Sidoarjo diminta mendirikan posko penanganan Covid-19. Dari 322 desa yang ada di Sidoarjo, sebanyak 318 di antaranya sudah membentuk posko tingkat desa tersebut.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Fredik Suharto menyebut 318 desa itu sudah membentuk posko dengan segala kelengkapannya. Seperti spanduk imbauan dan lainnya. Dana desa pun juga mulai digunakan untuk penanganan Covid-19.

“Namun, masih banyak keluhan penanganan Covid-19. Terutama, terkait pelayanan pada masyarakat isolasi mandiri,” katanya kemarin (23/7).

Mantan Camat Waru itu menguraikan, pemerintah desa diberikan kewenangan untuk menggunakan minimal delapan persen dari dana desa untuk penanganan Covid-19 di wilayahnya masing-masing.

Jika ditotal anggarannya untuk Covid-19 dari seluruh desa mencapai Rp 33 miliar. Pada pertengahan Juli ini realisasinya sudah Rp 11 Miliar. Dana tersebut bisa untuk biaya pemakaman warga yang terpapar Covid-19 saat isolasi mandiri (isoman) di rumah, membeli handsanitizer dan kebutuhan lainnya baik untuk kebutuhan warga isolasi.

Dia meminta posko penanganan Covid-19 di tingkat desa tidak hanya memberikan imbauan saja melalui spanduk dan semacamnya. Satgas maupun posko di tingkat desa harus memberikan dampak luas bagi masyarakat.

“Seperti mendata gejala Covid-19 ringan dan berat, sehingga penanganan lebih terarah dan jelas,” terangnya.

Menurutnya, selama ini warga yang isoman di rumah belum terdata dengan baik. Harapannya, kebutuhan isoman dicukupi. Jangan sampai, pasien isoman nekat keluar rumah sendiri karena makan maupun obatnya tidak ada yang mengcover.
“Posko ini akan berjalan efektif jika seluruh kebutuhan penunjangnya terpenuhi. Dan saya harap pihak desa mensuport penuh dengan menyiapkan backup anggarannya,” pintanya. (rpp/vga)


Berita HITS

Berita Terbaru

Trending Tags