alexametrics
24 C
Sidoarjo
Sunday, 22 May 2022

Vaksin Mandiri Ditunda, Pemkab Sidoarjo Naikkan Target Vaksinasi

SEDATI – Manshur sudah jauh-jauh datang dari Kertajaya, Surabaya ke apotek Kimia Farma di Sedati Gede. Pria 40 tahun itu diutus atasan tempatnya bekerja untuk mengetahui tata cara pendaftaran vaksinasi Covid-19 gotong royong. Rencananya ia dan rekan kerjanya akan didaftarkan ikut vaksinasi dengan biaya mandiri itu. Namun, sayangnya ketika ia mencoba mendaftar online, laman yang dimaksud tidak bisa diakses.

“Ternyata ditunda sampai waktu yang tidak ditentukan. Kecewa,” keluhnya, kemarin (12/7) ditemui di apotek. Menurutnya jika vaksinasi ini ditunda, seharusnya informasi tidak disampaikan mendadak.

Karyawan swasta itu berharap ada kejelasan akan pelaksanaan vaksinasi berbayar tersebut. Dia mengatakan tetap antusias ikut vaksinasi gotong royong meskipun harus berbayar.

Seperti diketahui, pemerintah pusat telah menetapkan harga pembelian vaksin Sinopharm senilai Rp 321.660 per dosis dan tarif maksimal pelayanan vaksinasi sebesar Rp 117.910 per dosis. Dengan demikian, jika dibutuhkan dua kali dosis, maka masyarakat harus membayar Rp 643.320 untuk suntikan dan Rp 235.820 untuk layanan. Totalnya Rp 879.140.

Manshur menilai vaksinasi gotong royong merupakan alternatif cepat memperoleh suntikan vaksin Covid-19 serta bisa mengurangi antrean. “Saya pernah ikut antre vaksin di Gelora 10 November Surabaya Sabtu lalu. Melihat antrean yang panjang dan berkerumun, akhirnya saya mengundurkan diri,” katanya.

Kepala Pelayanan Apotek Kimia Farma area Sidoarjo Pasuruan, Mukhlis Nugroho mengatakan, antusiasme masyarakat cukup tinggi ikut vaksinasi gotong royong. “Sejak Minggu (11/7) sudah banyak yang ingin mendaftar. Kami arahkan mendaftar online. Tapi ternyata ditunda. Sampai kapan ? Kami juga menunggu arahan selanjutnya dari pemerintah pusat dan Kementerian BUMN,” urainya.

Meski demikian, pihaknya tetap melayani penyuntikan vaksin gratis dari pemerintah. “Tetap jalan. Setiap hari kuota 30 orang. Arahan yang kami terima, peserta harus ber-KTP Sidoarjo,” ungkapnya.

Sementara itu, vaksinasi gratis dari pemerintah terus berjalan. Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor mengungkapkan, saat ini Dinas Kesehatan tengah menggencarkan vaksinasi untuk warga. Seluruh puskesmas di Sidoarjo setiap hari kecuali Minggu melakukan vaksinasi. Peserta vaksinasi akan didata melalui desa masing-masing.

Target vaksinasi yang diberikan Pemprov Jatim ke Pemkab Sidoarjo sehari 15 ribu orang. Untuk mencapai target itu, Pemkab Sidoarjo bersama jajaran TNI-Polri dan relawan tengah fokus bekerja.

“Tenaga vaksinator dibantu para relawan saat ini kerja optimal. Makanya kita atur agar masyarakat yang datang bisa tertib dan target itu bisa kita capai,” tegasnya. (rpp/vga)

SEDATI – Manshur sudah jauh-jauh datang dari Kertajaya, Surabaya ke apotek Kimia Farma di Sedati Gede. Pria 40 tahun itu diutus atasan tempatnya bekerja untuk mengetahui tata cara pendaftaran vaksinasi Covid-19 gotong royong. Rencananya ia dan rekan kerjanya akan didaftarkan ikut vaksinasi dengan biaya mandiri itu. Namun, sayangnya ketika ia mencoba mendaftar online, laman yang dimaksud tidak bisa diakses.

“Ternyata ditunda sampai waktu yang tidak ditentukan. Kecewa,” keluhnya, kemarin (12/7) ditemui di apotek. Menurutnya jika vaksinasi ini ditunda, seharusnya informasi tidak disampaikan mendadak.

Karyawan swasta itu berharap ada kejelasan akan pelaksanaan vaksinasi berbayar tersebut. Dia mengatakan tetap antusias ikut vaksinasi gotong royong meskipun harus berbayar.

Seperti diketahui, pemerintah pusat telah menetapkan harga pembelian vaksin Sinopharm senilai Rp 321.660 per dosis dan tarif maksimal pelayanan vaksinasi sebesar Rp 117.910 per dosis. Dengan demikian, jika dibutuhkan dua kali dosis, maka masyarakat harus membayar Rp 643.320 untuk suntikan dan Rp 235.820 untuk layanan. Totalnya Rp 879.140.

Manshur menilai vaksinasi gotong royong merupakan alternatif cepat memperoleh suntikan vaksin Covid-19 serta bisa mengurangi antrean. “Saya pernah ikut antre vaksin di Gelora 10 November Surabaya Sabtu lalu. Melihat antrean yang panjang dan berkerumun, akhirnya saya mengundurkan diri,” katanya.

Kepala Pelayanan Apotek Kimia Farma area Sidoarjo Pasuruan, Mukhlis Nugroho mengatakan, antusiasme masyarakat cukup tinggi ikut vaksinasi gotong royong. “Sejak Minggu (11/7) sudah banyak yang ingin mendaftar. Kami arahkan mendaftar online. Tapi ternyata ditunda. Sampai kapan ? Kami juga menunggu arahan selanjutnya dari pemerintah pusat dan Kementerian BUMN,” urainya.

Meski demikian, pihaknya tetap melayani penyuntikan vaksin gratis dari pemerintah. “Tetap jalan. Setiap hari kuota 30 orang. Arahan yang kami terima, peserta harus ber-KTP Sidoarjo,” ungkapnya.

Sementara itu, vaksinasi gratis dari pemerintah terus berjalan. Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor mengungkapkan, saat ini Dinas Kesehatan tengah menggencarkan vaksinasi untuk warga. Seluruh puskesmas di Sidoarjo setiap hari kecuali Minggu melakukan vaksinasi. Peserta vaksinasi akan didata melalui desa masing-masing.

Target vaksinasi yang diberikan Pemprov Jatim ke Pemkab Sidoarjo sehari 15 ribu orang. Untuk mencapai target itu, Pemkab Sidoarjo bersama jajaran TNI-Polri dan relawan tengah fokus bekerja.

“Tenaga vaksinator dibantu para relawan saat ini kerja optimal. Makanya kita atur agar masyarakat yang datang bisa tertib dan target itu bisa kita capai,” tegasnya. (rpp/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/