alexametrics
29 C
Sidoarjo
Saturday, 21 May 2022

Kasus Aktif Covid-19 di Sidoarjo Melonjak, Jumlah Kematian Nol

SIDOARJO – Pekan ini penambahan kasus aktif Covid-19 di Sidoarjo sedang meningkat. Per 1 Februari, Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo mendapatkan ada 248 kasus aktif. Jumlah ini langsung melejit tajam sebanyak 93 kasus dibanding pekan sebelumnya.

Kepala Dinkes Sidoarjo Syaf Satriawarman mengungkapkan, pertambahan kasus aktif itu lebih banyak didapatkan dari pemeriksaan rapid test antigen.

“Diperiksa dari mereka yang melakukan perjalanan. Orang yang mau pergi-pergi, periksa, ternyata positif. Justru bukan dari tes PCR,” katanya kepada Radar Sidoarjo, Rabu (2/1).

Dokter spesialis prostodonsia itu menjelaskan, meskipun kasus aktif melonjak, namun masih nol kasus kematian. Artinya penularan Covid-19 sekarang ini lebih cepat. Seperti karakter varian Omicron.

Lalu berapa tingkat keterisian tempat tidur di 11 rumah sakit rujukan Covid-19? Syaf mengakui ada kenaikan 10 persen bed occupancy rate (BOR) di Kota Delta. Dari 692 tempat tidur yang tersedia, ada sekitar 70 orang yang saat ini dirawat di RS rujukan Covid-19.

Mereka yang menjalani perawatan di rumah sakit kebanyakan penderita Covid-19 dengan penyakit bawaan (komorbid).

“Perlu perawatan lebih. Yang lain kebanyakan isolasi di rumah. Kondisinya baik-baik saja. Batuk pilek biasa,” jelasnya.

Syaf menambahkan, untuk mengantisipasi munculnya klaster Covid-19 baru di Sidoarjo ia bakal meningkatkan surveilans. Tracing dan testing serta penanganan.

Terutama tracing pada anak-anak sekolah. Pada Sabtu (5/2), 27 puskesmas di Sidoarjo bakal melakukan tes antigen ke sekolah-sekolah. Satu puskesmas menyasar 100 siswa dan guru. Jika nanti ditemukan banyak kasus positif, maka pembelajaran tatap muka (PTM) harus dievaluasi.

Belum lama ini Dinkes menerima laporan ada enam siswa dan dua guru di tiga sekolah berbeda yang terkonfirmasi positif. Jumlah paling banyak terpapar ada di salah satu SD di kawasan Waru. Ada empat siswa dan dua guru. Yang lainnya adalah siswa di salah satu SMA di wilayah Buduran.

“Kami sudah melakukan tracing dan testing pada para pihak yang kontak erat. Sekolah juga sudah mengambil kebijakan untuk sementara menghentikan PTM,” jelasnya.

Berdasar petunjuk teknis PTM, jika hasil tes menemukan kurang dari 5 persen positif, PTM di sekolah tetap berlanjut. Kecuali di kelas dengan siswa yang hasilnya positif Covid-19, untuk sementara PTM ditunda dengan batas waktu minimal lima hari.

Jika waktu lima hari sudah selesai dan hari keenam siswa masuk, harus dilakukan tes swab antigen lagi untuk mengetahui ada yang terpapar lagi atau tidak. Jika ada yang terpapar, PTM sementara ditiadakan lagi selama lima hari. (rpp/vga)

SIDOARJO – Pekan ini penambahan kasus aktif Covid-19 di Sidoarjo sedang meningkat. Per 1 Februari, Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo mendapatkan ada 248 kasus aktif. Jumlah ini langsung melejit tajam sebanyak 93 kasus dibanding pekan sebelumnya.

Kepala Dinkes Sidoarjo Syaf Satriawarman mengungkapkan, pertambahan kasus aktif itu lebih banyak didapatkan dari pemeriksaan rapid test antigen.

“Diperiksa dari mereka yang melakukan perjalanan. Orang yang mau pergi-pergi, periksa, ternyata positif. Justru bukan dari tes PCR,” katanya kepada Radar Sidoarjo, Rabu (2/1).

Dokter spesialis prostodonsia itu menjelaskan, meskipun kasus aktif melonjak, namun masih nol kasus kematian. Artinya penularan Covid-19 sekarang ini lebih cepat. Seperti karakter varian Omicron.

Lalu berapa tingkat keterisian tempat tidur di 11 rumah sakit rujukan Covid-19? Syaf mengakui ada kenaikan 10 persen bed occupancy rate (BOR) di Kota Delta. Dari 692 tempat tidur yang tersedia, ada sekitar 70 orang yang saat ini dirawat di RS rujukan Covid-19.

Mereka yang menjalani perawatan di rumah sakit kebanyakan penderita Covid-19 dengan penyakit bawaan (komorbid).

“Perlu perawatan lebih. Yang lain kebanyakan isolasi di rumah. Kondisinya baik-baik saja. Batuk pilek biasa,” jelasnya.

Syaf menambahkan, untuk mengantisipasi munculnya klaster Covid-19 baru di Sidoarjo ia bakal meningkatkan surveilans. Tracing dan testing serta penanganan.

Terutama tracing pada anak-anak sekolah. Pada Sabtu (5/2), 27 puskesmas di Sidoarjo bakal melakukan tes antigen ke sekolah-sekolah. Satu puskesmas menyasar 100 siswa dan guru. Jika nanti ditemukan banyak kasus positif, maka pembelajaran tatap muka (PTM) harus dievaluasi.

Belum lama ini Dinkes menerima laporan ada enam siswa dan dua guru di tiga sekolah berbeda yang terkonfirmasi positif. Jumlah paling banyak terpapar ada di salah satu SD di kawasan Waru. Ada empat siswa dan dua guru. Yang lainnya adalah siswa di salah satu SMA di wilayah Buduran.

“Kami sudah melakukan tracing dan testing pada para pihak yang kontak erat. Sekolah juga sudah mengambil kebijakan untuk sementara menghentikan PTM,” jelasnya.

Berdasar petunjuk teknis PTM, jika hasil tes menemukan kurang dari 5 persen positif, PTM di sekolah tetap berlanjut. Kecuali di kelas dengan siswa yang hasilnya positif Covid-19, untuk sementara PTM ditunda dengan batas waktu minimal lima hari.

Jika waktu lima hari sudah selesai dan hari keenam siswa masuk, harus dilakukan tes swab antigen lagi untuk mengetahui ada yang terpapar lagi atau tidak. Jika ada yang terpapar, PTM sementara ditiadakan lagi selama lima hari. (rpp/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/