RADAR SIDOARJO - Bupati Sidoarjo Subandi meminta kepengurusan baru KONI Kabupaten Sidoarjo tidak mengulang polemik kepengurusan sebelumnya.
Di bawah kepemimpinan Muchammad Rafi Wibisono, KONI dituntut melakukan pembenahan manajemen secara total, transparan dalam pengelolaan anggaran, sekaligus mengembalikan tradisi prestasi Sidoarjo di Porprov 2027.
Baca Juga: Anak Bupati Rafi Wibisono Pimpin KONI Sidoarjo, Siapkan Strategi Kejar Prestasi Porprov 2027
Pesan tersebut disampaikan Subandi saat menghadiri pelantikan Ketua Umum (Ketum) KONI Kabupaten Sidoarjo Muchammad Rafi Wibisono beserta jajaran pengurus masa bakti 2025-2029 di Pendapa Delta Wibawa, Minggu (13/9) siang.
Subandi menegaskan, KONI Sidoarjo harus dikelola secara profesional dan solid. Tidak boleh lagi ada persoalan internal yang justru mengganggu pembinaan atlet.
Baca Juga: Kantongi Dukungan 36 Cabor, Anak Bupati Rafi Wibisono Daftar Calon Ketua KONI Sidoarjo
"KONI Sidoarjo jangan sampai mengecewakan, terutama atlet-atlet kebanggaan Sidoarjo. Ini yang kita dapat. Tentunya hari ini adalah tantangan yang sangat besar bagi kita," tegasnya.
Menurut Subandi, kepengurusan baru memiliki modal besar karena mendapat dukungan dari pemerintah daerah, DPRD, BUMD hingga perusahaan swasta melalui program tanggungjawab sosial perusahaan (CSR).
Baca Juga: Kunjungi Kantor KONI Sidoarjo, BHS Siap Kawal Prestasi Olahraga
Namun, dukungan tersebut harus diimbangi dengan komitmen dan transparansi. Subandi meminta seluruh aliran anggaran KONI nantinya dapat dipantau secara terbuka.
"Pengelolaannya memiliki komitmen tinggi. Transparansi itu penting. Saya tidak mau keluar masuknya anggaran yang hari ini menjadi bahan untuk ke depan, harus benar-benar digunakan untuk memajukan olahraga yang ada di Sidoarjo," katanya.
Baca Juga: Tidak Penuhi Target di Porprov, DPRD Sidoarjo Akan Panggil Pengurus KONI, Ini Tanggapan Imam Mukri
Subandi juga meminta Sekretaris Daerah (Sekda) Sidoarjo menyiapkan sistem dashboard untuk memantau pengelolaan KONI hingga cabang olahraga (cabor). Melalui sistem tersebut, kegiatan, prestasi dan anggaran masing-masing cabor diharapkan dapat terpantau.
"Cabor-cabor akan terpantau semua. Kegiatan, prestasi, anggaran juga akan terpantau semua. Cabor yang kemarin kerjanya bagus dan tidak, nanti kita bisa manage semua," ujarnya.
Langkah tersebut dinilai penting agar dukungan anggaran pemerintah benar-benar berdampak terhadap peningkatan prestasi atlet. Terlebih, persiapan menuju Porprov 2027 sudah semakin dekat.
Subandi meminta KONI tidak menunggu hingga 2027 untuk memulai pembinaan. Seluruh kebutuhan cabor harus mulai disiapkan sejak 2026, termasuk perencanaan program dan penganggaran.
"Jangan sampai 2027 kita siapkan anggaran banyak, ternyata anggaran tidak terealisasi. Januari sampai April ini harus kita siapkan. Biarkan kegiatan antarcabor ini tidak terhambat, terutama kegiatan-kegiatan persiapan untuk Porprov pada tahun 2027," jelasnya.
Target yang dipasang pun tidak main-main. Subandi ingin tradisi Sidoarjo sebagai runner-up Porprov kembali dipertahankan. Ia menyebut posisi tersebut sebagai "juara sejati", mengingat Surabaya masih menjadi kekuatan besar di Jawa Timur.
Senada, Ketua Umum KONI Jawa Timur Muhammad Nabil menilai target Sidoarjo untuk kembali menjadi juara dua sangat rasional. Menurutnya, Sidoarjo merupakan salah satu gudang atlet terbaik di Jawa Timur dan menjadi salah satu kontributor besar atlet untuk Puslatda.
"Sidoarjo sudah punya tradisi juara. Karena itu di Porprov harus ditarget menjadi juara sejati. Juara sejati itu juara dua," kata Nabil.
Nabil meminta Rafi bergerak cepat karena Porprov 2027 tinggal kurang dari setahun. Pembinaan atlet, pemetaan kekuatan lawan hingga pembentukan cabor yang belum lengkap harus segera dilakukan.
Ia bahkan membuka ruang bagi KONI Sidoarjo untuk melakukan pemetaan kekuatan atlet bersama KONI Jatim. Menurut Nabil, pemetaan penting agar potensi atlet Sidoarjo tidak hanya diukur dari prestasi di tingkat daerah.
"Jangan sampai pelatih itu laporan, ini hebat. Hebat di Sidoarjo belum tentu kalau ada kompetitor dari kota lain atau kabupaten lain menjadi hebat," ujarnya.
Nabil juga mengingatkan KONI agar tidak hanya fokus pada atlet saat masih aktif bertanding. Menurutnya, kesejahteraan dan perhatian kepada atlet harus tetap diberikan agar mereka tidak merasa ditinggalkan setelah tidak lagi berprestasi.
"Jangan menzalimi atlet. Ketika masih aktif didekati, dirayu, disematkan. Ketika selesai mereka, mohon maaf bahasa Sidoarjonya, keleleran enggak terurus. Itu zalim, kita mencatat dosa sejarah kita sendiri nanti," tegasnya.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Kabupaten Sidoarjo Muchammad Rafi Wibisono menyatakan siap menjalankan amanah tersebut. Di usia 25 tahun, Rafi mengakui tanggungjawab yang diberikan kepadanya cukup besar.
Ia menargetkan pembenahan organisasi dilakukan secepat mungkin, termasuk menyelesaikan Surat Keputusan (SK) kepengurusan cabor yang telah habis maupun yang masih kosong.
"Setelah kita dilantik pada hari ini, kita akan selalu bergerak cepat menyiapkan beberapa SK yang sudah habis dan SK yang masih kosong. Ini akan kita percepat biarkan ini nanti menjadi support kita dalam event Porprov biar kita tidak ketinggalan poin," kata Rafi.
Rafi menyebut dukungan anggaran juga menjadi salah satu faktor penting. Untuk 2026, KONI Sidoarjo mendapatkan hibah sebesar Rp 15 miliar. Sedangkan besaran hibah untuk 2027 belum ditentukan.
Ia meminta dukungan penuh pemerintah daerah, DPRD, BUMN dan BUMD agar program pembinaan atlet dapat berjalan maksimal.
"Kita mementingkan kesejahteraan atlet. Maka izin Pak Bupati, nanti saya dan tim kami diberikan waktu bisa mengaudiensi bagaimana nanti bisa berkolaborasi atas program-program pemda yang sudah dilakukan," ujarnya.
Rafi juga menyerukan seluruh pengurus cabor untuk menghilangkan ego sektoral dan membangun kekompakan. Baginya, seluruh cabor berada di bawah satu bendera, yakni KONI Sidoarjo.
"Hilangkan rasa ego, hilangkan sekat-sekat dan golongan. Kita ini satu bendera, KONI Sidoarjo. Jika ini kompak, juara itu pasti akan datang," tegasnya.
Sebagai langkah awal, Rafi memastikan KONI Sidoarjo akan membuka akses seluas-luasnya bagi atlet dan cabor.
"Hari ini setelah pelantikan ini, saya nyatakan pintu KONI terbuka 24 jam untuk cabor dan atlet. KONI ini bukan hanya milik ketua, tetapi KONI ini milik kita bersama," pungkasnya. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi AristaSumber : radar sidoarjo