Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

215 Pembalap Adu Nyali di Drag Bike Sidoarjo, Jadi Wadah Positif Tekan Balap Liar

Diky Putra Sansiri • Senin, 15 Juni 2026 | 12:29 WIB
SUPPORT: Drag Bike di Pondok Candra, Kecamatan Waru, Minggu (14/6). (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)
SUPPORT: Drag Bike di Pondok Candra, Kecamatan Waru, Minggu (14/6). (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)

RADAR SIDOARJO - Deru mesin dan suara knalpot memecah suasana di kawasan Sirkuit Pondok Candra (Pocan), Kecamatan Waru, Sidoarjo, Minggu (14/6). Sebanyak 215 pembalap dari berbagai daerah ambil bagian dalam ajang Piala Bupati Drag Bike Sidoarjo.

Tak sekadar menjadi arena adu kecepatan, kejuaraan balap sepanjang 201 meter tersebut juga menjadi wadah positif bagi para pecinta otomotif untuk menyalurkan bakat sekaligus mengurangi aksi balap liar di jalan raya.

Baca Juga: Bupati Sidoarjo Akan Bangun Sirkuit Drag Race Seluas 20 Hektare di Sedati 

Anggota Komisi A DPRD Sidoarjo Muchammad Rafi Wibisono mengatakan, antusiasme peserta dan masyarakat terhadap ajang tersebut sangat tinggi. Sejak pendaftaran dibuka, ratusan pembalap langsung mendaftarkan diri untuk berkompetisi.

“Alhamdulillah sejak sore tadi tercatat ada sekitar 215 peserta yang mengikuti kejuaraan ini. Antusias masyarakat Sidoarjo juga sangat tinggi. Banyak masyarakat yang hadir dan ikut meramaikan agenda ini,” ujar Rafi.

Baca Juga: Sirkuit Drag Race di Sidoarjo Dibangun Tahun Depan

Politisi muda Fraksi PKB itu menjelaskan, kegiatan tersebut sengaja digelar untuk memberikan ruang bagi komunitas otomotif, khususnya pecinta roda dua, agar dapat menyalurkan hobi di tempat yang aman dan sesuai aturan.

Menurutnya, balap liar yang masih terjadi di sejumlah ruas jalan dapat membahayakan keselamatan pembalap maupun pengguna jalan lainnya. Karena itu, diperlukan wadah resmi agar para penghobi balap dapat berkompetisi secara profesional.

Baca Juga: Bupati dan Wabup Sidoarjo Gelar Dragbike Street Race 2025, Cegah Aksi Balap Liar di Jalanan

“Kita ingin memberikan edukasi bahwa kalau ingin balapan, harus dilakukan di sirkuit yang sesuai standar. Harapan kami setelah adanya kegiatan ini, para pecinta motor di Sidoarjo tidak lagi melakukan balap liar,” tegasnya.

Demi menjamin keselamatan peserta, panitia menerapkan sejumlah aturan ketat. Setiap pembalap yang mengikuti kejuaraan diwajibkan memiliki perlindungan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.

Baca Juga: Rayakan Imlek dengan “Blessings of The Wooden Dragon” di Luminor Hotel Sidoarjo, Ini Menu Lengkapnya

Bahkan, pendaftaran peserta ditutup sejak pukul 07.00 agar seluruh data dapat segera diproses untuk memastikan seluruh pembalap mendapatkan perlindungan selama mengikuti perlombaan.

“Peserta yang mengikuti kejuaraan ini sudah dipastikan memiliki perlindungan BPJS Ketenagakerjaan maupun BPJS Kesehatan. Ini menjadi salah satu syarat demi keamanan dan keselamatan peserta,” jelas Rafi.

Ia menambahkan, terselenggaranya ajang tersebut tidak lepas dari dukungan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, khususnya Bupati Sidoarjo yang memberikan izin penggunaan fasilitas umum di kawasan Perumahan Pondok Candra sebagai lokasi perlombaan.

“Selama ini Sidoarjo masih kekurangan fasilitas yang dapat mewadahi kegiatan otomotif seperti ini. Dengan dukungan pemerintah, kegiatan drag bike dapat berjalan dengan baik dan aman,” tuturnya.

Dalam kejuaraan tersebut, lintasan balap memiliki panjang sekitar 201 meter dengan tambahan area pengereman sepanjang 300 meter. Total area yang digunakan mencapai sekitar 500 meter dari keseluruhan kawasan lintasan yang tersedia sekitar satu kilometer.

Ajang yang digelar bersama komunitas Sidoarjo Jayandaru 2 Stroke itu memperebutkan hadiah berupa uang pembinaan, trofi, dan sertifikat untuk berbagai kelas perlombaan. Selain itu, panitia juga memberikan penghargaan bagi juara umum dan kategori pembalap pemula.

“Piala Bupati Drag Bike Sidoarjo ini menjadi bentuk apresiasi bagi para pembalap dan tim, sekaligus meningkatkan semangat mereka untuk mengikuti kompetisi yang positif,” katanya.

Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut, Rafi mengalokasikan dana pokok-pokok pikiran (pokir) sebesar Rp 150 juta.

Ia berharap ke depan semakin banyak kegiatan otomotif yang difasilitasi pemerintah sehingga para generasi muda memiliki ruang untuk mengembangkan bakat tanpa harus melakukan balap liar di jalanan.

“Dengan adanya wadah seperti ini, kami ingin membangun ekosistem otomotif yang lebih positif dan melahirkan pembalap-pembalap berprestasi dari Sidoarjo,” pungkasnya. (dik/vga)

 

Editor : Vega Dwi Arista
#Drag Race #pembalap #piala #Balap Liar #Bupati