Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Piala Dunia 2026: Maroko Imbangi Permainan Brasil

Vega Dwi Arista • Minggu, 14 Juni 2026 | 15:12 WIB

IMBANG: Vinicius Junior (atas) berduel dengan bek Maroko, Achraf Hakimi. (The Guardian)
IMBANG: Vinicius Junior (atas) berduel dengan bek Maroko, Achraf Hakimi. (The Guardian)

RADAR SIDOARJO – Tim Nasional Brasil harus puas mengawali perjalanan di Piala Dunia 2026 dengan hasil imbang. Menghadapi Maroko pada laga Grup C di Stadion MetLife, New Jersey, Minggu (14/6) dini hari WIB, Selecao hanya mampu bermain 1-1.

Brasil bahkan sempat berada di ambang kekalahan setelah tertinggal lebih dulu melalui gol Ismael Saibari pada menit ke-21. Beruntung, Vinicius Junior tampil sebagai penyelamat lewat gol balasan pada menit ke-32 yang membuat tim asuhan Carlo Ancelotti terhindar dari kekalahan.

Baca Juga: Internet Masuk Lapangan Desa, Sidoarjo Dorong Sepak Bola Jadi Motor Ekonomi

Sejak awal pertandingan, Maroko tampil penuh percaya diri. Tim yang mencatat sejarah sebagai wakil Afrika pertama yang mencapai semifinal Piala Dunia 2022 tersebut mampu mengimbangi permainan Brasil, bahkan beberapa kali mendominasi terutama di lini tengah.

Gelandang muda Ayyoub Bouaddi menjadi salah satu pemain yang mencuri perhatian. Meski baru berusia 18 tahun, pemain tersebut tampil tenang dalam mengatur tempo permainan dan membuat lini tengah Brasil yang diperkuat Casemiro serta Bruno Guimaraes kesulitan berkembang.

Baca Juga: Pemain Deltras Sidoarjo Rendi Irwan Perkuat Tim Sepak Bola Wartawan

Dominasi Maroko akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-21. Berawal dari umpan terobosan Brahim Diaz dari area pertahanan sendiri, Saibari berhasil lolos dari kawalan pemain Brasil sebelum melepaskan tembakan cungkil yang tak mampu dihentikan Alisson Becker.

Gol tersebut membuat Maroko unggul 1-0. Keunggulan itu cukup menggambarkan jalannya pertandingan, mengingat Maroko tampil lebih agresif dan mampu memanfaatkan celah di lini belakang Brasil, terutama sektor kanan pertahanan yang ditempati Roger Ibanez.

Baca Juga: Plt Bupati Sidoarjo Gelar Sepak Bola Persahabatan Kades Se-Kecamatan Waru untuk Wujudkan Kondusivitas

Tertinggal satu gol membuat Brasil meningkatkan tekanan. Upaya tersebut membuahkan hasil sebelum jeda pertandingan melalui aksi individu Vinicius Junior.

Menerima umpan Bruno Guimaraes di sisi kiri kotak penalti, penyerang Real Madrid itu berhasil melewati kawalan Neil El Aynaoui sebelum melepaskan tembakan keras dari sudut sempit. Bola meluncur deras tanpa mampu dihentikan kiper Yassine Bounou.

Gol tersebut menjadi torehan ke-10 Vinicius dalam 50 penampilannya bersama Timnas Brasil.

Memasuki babak kedua, Carlo Ancelotti melakukan sejumlah perubahan. Casemiro dan Ibanez ditarik keluar, kemudian digantikan Fabinho serta Danilo untuk memperbaiki keseimbangan permainan.

Perubahan tersebut membuat Brasil tampil lebih rapi dan mampu menguasai lebih banyak jalannya pertandingan. Namun, Maroko tetap menunjukkan kedisiplinan tinggi dalam bertahan.

Kiper Yassine Bounou menjadi salah satu aktor penting bagi Maroko. Sejumlah peluang emas Brasil berhasil digagalkannya sehingga skor tetap bertahan imbang.

Peluang terbaik Brasil untuk membawa pulang tiga poin hadir pada masa tambahan waktu. Luis Henrique yang masuk sebagai pemain pengganti mendapat kesempatan emas, tetapi kembali gagal menaklukkan Bounou.

Hingga peluit panjang berbunyi, skor 1-1 tidak berubah. Hasil tersebut menjadi modal positif bagi Maroko yang kembali menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing dengan tim-tim besar dunia.

Sementara bagi Brasil, hasil imbang ini menjadi catatan awal bagi Ancelotti. Meski baru menjalani pertandingan pertama, performa Selecao menunjukkan masih ada sejumlah pekerjaan rumah yang harus dibenahi jika ingin mengejar target meraih gelar juara dunia keenam. (rak/vga)

 

Editor : Vega Dwi Arista
#Imbang #Piala Dunia #brasil #Stadion #maroko