SIDOARJO - Sebanyak 61 kasus flu Singapura terdeteksi di Surabaya. Hal tersebut diketahui setelah pemeriksaan fisik akan gejala dan keluhan pasien oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya.
Sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan Surabaya, Sidoarjo patut waspada akan penyebaran penyakit tersebut. Apalagi saat ini masih berada pada musim mudik yang memungkinkan virus menyebar.
Sub Koordinator Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo, Yanto Lipu mengatakan, hingga saat ini belum ditemukan kasus flu Singapura di Sidoarjo.
"Sampai saat ini belum ada laporan kasus di Sidoarjo," ucapnya pada Radar Sidoarjo, Kamis (18/4).
Meski begitu, pihaknya tetap melakukan tindakan pencegahan. Supaya Sidoarjo tetap aman dari penyebaran virus tersebut.
Dia secara berkala terus mengingatkan masyarakat agar selalu menjaga Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Karena hal tersebut sangat penting sebagai langkah awal dalam pencegahan segala penyakit.
"Yang bisa kita lakukan dengan meningkatkan PHBS di masyarakat, karena penyebarannya sangat berhubungan dengan higienis perorangan ataupun lingkungan, selain itu meningkatkan imunitas tubuh juga harus dilakukan," jelasnya.
Menurut Yanto, pengidap flu Singapura biasanya ditandai dengan demam dan nafsu makan yang menurun. Lalu benjol-benjol yang ada di mulut, seperti sariawan di telapak tangan dan kaki.
Penyakit tersebut bersifat ringan, tetapi dalam beberapa kasus dapat menyebabkan komplikasi serius.
Yanto kembali memberi pesan agar masyarakat tak pernah bosan dalam mencuci tangan. Baginya mencuci tangan tidak hanya mencegah satu penyakit melainkan ribuan.
"Cuci tangan, intinya higienis, menjaga pola hidup bersih dan sehat," pungkasnya. (sai/vga)
Editor : Vega Dwi Arista