Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Artono menginginkan akan menekan seminimal mungkin belanja atlet dari luar Jawa Timur untuk PON XX Papua. "Siswa SMANOR bisa dilibatkan karena sekolah ini ladang atlet," katanya saat mengunjungi SMANOR, Rabu (14/4).
Artono juga menyayangkan anggaran untuk SMANOR sangat minim yakni hanya Rp 10 miliar per tahun. Sebab untuk menciptakan atlet terbaik tentunya butuh anggaran cukup besar. Misalkan untuk pemenuhan gizi, menjaga kebugaran tubuh atlet, perawatan sarana prasarana dan kesejahteraan pelatih.
"Satu sisi ada SMANOR, satu sisi ada Dispora punya tupoksi menciptakan atlet. Dispora punya anggaran tapi tidak punya fasilitas. SMANOR punya fasilitas tapi anggaran sedikit sekali," katanya.
Sementara itu Anggota Komisi E DPRD Jatim Adam Rusdi menyarankan anggaran yang dimiliki Dispora total Rp 11 triliun bisa dilinearkan dengan program SMANOR.
Kepala SMANOR Suswanto menyatakan untuk membentuk atlet berkualitas perlu anggaran besar. Anggaran saat ini yang diterima sekolah kurang memadai untuk operasional. Belum lagi kebutuhan lainnya. "Paling tidak dua kali lipat dari yang sekarang," katanya.
Sehingga Suswanto berharap DPRD bisa menampung aspirasi SMANOR. Apakah anggaran Rp 20 miliar cukup ? "Kalau bisa minimal Rp 40 miliar," imbuhnya.
Anggaran tersebut kata Sus bakal diperuntukkan untuk perbaikan asrama, menambah alat latihan, kesejahteraan pelatih, tenaga ahli serta try out pertandingan untuk 15 cabang olahraga sangat minim. (rpp) Editor : Nofilawati Anisa