Dari informasi yang dihimpun, jumlah pasien positif di Sidoarjo per tanggal 27 Desember 2020 sebanyak 7.917 orang. Pasien sembuh dari positif tercatat sebanyak 7.291 dan yang meninggal sebanyak 520. Hingga saat ini, ada 106 pasien di Sidoarjo yang masih dalam perawatan.
Ruang perawatan di RSUD Sidoarjo juga sempat overload. Menyikapi hal itu, Pemkab Sidoarjo juga telah bergerak dengan menambah jumlah ruang isolasi. Yakni ruang isolasi di salah satu hotel yang sebelumnya jadi tempat isolasi.
Dari 50 ruangan yang disediakan, kini ditambah menjadi 70 ruang. “Sudah kami lakukan penambahan. Saat ini ada 49 pasien yang tengah menjalani isolasi di sana," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo Syaf Satriawarman, Senin (28/12).
Tidak hanya hotel, seluruh rumah sakit rujukan juga ditambah kapasitasnya. Namun, peruntukan bagi isolasi di rumah sakit hanya untuk mereka yang terkonfirmasi positif dan mengalami gejala. Termasuk juga bagi pasien yang memiliki penyakit bawaan.
Di lain pihak, Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo Dhamroni Chudlori juga merespon angka Covid-19 di Sidoarjo yang belum sepenuhnya terkendali. Menurutnya, penambahan ruangan isolasi juga bisa dilakukan dengan mengaktifkan kembali gedung serbaguna di Lingkar Timur. “Bisa kembali bekerjasama dengan Marinir, seperti sebelumnya,” tutur politikus PKB itu.
Di samping itu, Dhamroni juga mengingatkan jika langkah pencegahan harus kembali diperkuat. Salah satunya dengan mengaktifkan lagi satgas yang ada di tingkat desa atau kelurahan. Karena saat ini satgas juga sudah tidak terlalu aktif. “Lab PCR di GOR juga bisa dioperasionalkan lagi,” imbuhnya
Politikus asal Tulangan itu melanjutkan, penyediaan ruang isolasi menjadi langkah yang realistis dilakukan. Daripada menambah jumlah tenaga kesehatan (nakes). Karena penambahan nakes juga tidak bisa dilakukan dengan cara yang singkat. (son/vga) Editor : Nofilawati Anisa