RADAR SIDOARJO - Bupati Sidoarjo Subandi menegaskan, pergeseran Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sidoarjo Fenny Apridawati ke posisi Asisten Administrasi Umum (Asisten III) bukan karena persoalan suka atau tidak suka.
Mutasi tersebut disebut sebagai bagian dari strategi Subandi membangun kekuatan pemerintahan sekaligus mempercepat pencapaian target selama masa kepemimpinannya.
Baca Juga: 10 Pejabat di Sidoarjo Dirombak, Kursi Sekda Diganti
Subandi bahkan mengungkapkan rencana untuk melakukan pergantian posisi Sekda secara berkala, yakni setiap dua tahun. Menurutnya, langkah tersebut diperlukan untuk membangun harmonisasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo.
"Jadi kalau ada mutasi, ini sudah biasa bagi ASN. Tidak ada bahasa bupati senang atau tidak senang. Saya tidak ada (pikiran), 'Oh, tidak senang sama Sekda, saya ganti'. Itu salah besar," tegas Subandi.
Baca Juga: Gedangan Juara Umum MTQ ke-32, Sekda: Sidoarjo Gudangnya Qari dan Hafiz
Subandi mengatakan, dirinya telah menyampaikan langsung kepada Fenny bahwa pergeseran jabatan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun kekuatan pemerintahan.
"Saya bilang dengan Bu Fenny, ini bergantian, karena saya membangun suatu kekuatan. Saya ingin target kita sebagai pimpinan daerah dalam lima tahun bisa selesai," ujarnya.
Baca Juga: Tiga Mantan Sekda Sidoarjo Jadi Saksi Kasus Dugaan Korupsi Rusunawa Tambaksawah
Subandi juga menyampaikan apresiasi kepada Fenny yang telah menjalankan tugas sebagai Sekda selama sekitar dua tahun empat bulan. Ia menilai jabatan Sekda memiliki beban tugas yang sangat berat.
"Terimakasih kepada Bu Fenny sudah jadi Sekda dua tahun empat bulan. Karena tugas Sekda itu sangat berat sekali," katanya.
Baca Juga: Tiga Mantan Sekda Sidoarjo Jadi Saksi Kasus Dugaan Korupsi Rusunawa Tambaksawah
Menurut Subandi, pergantian Sekda secara berkala ke depan diharapkan dapat menciptakan harmonisasi di berbagai lini. Ada tiga hal utama yang menjadi perhatian, yakni kemampuan mengayomi seluruh ASN, membangun hubungan harmonis dengan DPRD, serta menjalin komunikasi dan koordinasi dengan Aparat Penegak Hukum (APH) di Sidoarjo.
Baca Juga: RSUD RT Notopuro Sidoarjo hingga Sekda Paparkan Program Penanganan Masalah Prioritas
"Saya ingin membangun harmonisasi. Satu, bisa mengayomi semua ASN. Kedua, bisa harmonisasi dengan teman-teman DPR. Ketiga, bisa merangkul APH yang ada di Sidoarjo. Ini kuncinya," jelasnya.
Subandi meyakini, apabila tiga aspek tersebut dapat berjalan dengan baik, berbagai pekerjaan dan target pemerintahan akan lebih mudah diwujudkan.
"Kalau itu dilakukan, saya yakin sesuatu itu akan mudah bagi tangan kita," imbuhnya.
Di sisi lain, Subandi meminta seluruh pejabat yang baru dilantik untuk memperkuat kekompakan di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kekompakan tersebut tidak hanya di tingkat kepala OPD, tetapi juga harus terbangun hingga kepala bagian, kepala seksi, kepala subbagian dan jajaran di bawahnya.
"Saya ingin membangun suatu kekuatan. Kuncinya adalah keharmonisan. Kalau kita kerja harmonis di keluarga masing-masing, saya yakin akan ada mutu yang luar biasa," tegasnya.
Ia menegaskan, mutasi pejabat merupakan hal yang biasa dalam pemerintahan. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya membenahi birokrasi dan mendorong percepatan pembangunan di Kabupaten Sidoarjo. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi AristaSumber : radar sidoarjo