RADAR SIDOARJO - Meski sempat disorot sebagai wilayah dengan riwayat kerawanan administrasi, pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) 2026 di Kecamatan Waru dipastikan tetap berjalan aman dan terkendali.
Pemerintah kecamatan menegaskan seluruh tahapan hingga saat ini berlangsung lancar, termasuk di Desa Pepelegi yang sebelumnya menjadi perhatian.
Baca Juga: Pilkades Sidoarjo Bakal Dijadikan Percontohan Daerah Lain
Camat Waru, Ahmad Farkhan Jazuli, memastikan proses Pilkades di tujuh desa telah memasuki tahapan Daftar Pemilih Sementara (DPS) tanpa kendala berarti.
“Alhamdulillah sampai dengan tahapan penetapan DPS, pelaksanaan Pilkades 2026 di Kecamatan Waru masih relatif aman dan terkendali,” ujarnya, Minggu (26/4).
Baca Juga: Sah, Hasil Pilkades Serentak Tidak Ada Gugatan
Adapun tujuh desa yang mengikuti Pilkades yakni Medaeng, Pepelegi, Kedungrejo, Kureksari, Kepuhkiriman, Wadungasri, dan Tambaksawah. Kelancaran tahapan ini, menurutnya, tak lepas dari koordinasi intensif antara panitia dan berbagai pihak terkait.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat, panitia, hingga para calon kepala desa yang turut mendukung proses Pilkades.
Baca Juga: Bupati Sidoarjo: Pelaksanaan Pilkades Serentak Tunggu Kepastian Regulasi
“Saya ucapkan terima kasih kepada masyarakat, panitia, dan seluruh calon yang telah mendukung suksesnya proses Pilkades hingga pelaksanaan nanti pada 24 Mei,” tambahnya.
Farkhan mengakui masih terdapat kendala kecil di lapangan. Namun, ia memastikan seluruh persoalan dapat diatasi melalui koordinasi yang baik.
Baca Juga: Pemkab Sidoarjo Anggarkan Rp 20 Miliar untuk Pilkades Serentak 2026
“Hal-hal kecil memang ada, tapi insyaallah bisa diselesaikan seiring berjalannya waktu,” jelasnya.
Terkait kesiapan pemungutan suara, ia menegaskan seluruh pihak harus mengantisipasi berbagai potensi hambatan, termasuk faktor cuaca.
“Kita berharap tidak hujan karena menggunakan TPS. Sebaiknya KPPS memilih lokasi yang memiliki atap, seperti balai RW atau balai RT, agar tidak terkendala cuaca,” tegasnya.
Selain itu, potensi banjir di sejumlah wilayah Waru juga menjadi perhatian.
“Kita tahu beberapa titik di Waru rawan banjir. Semoga kondisi cuaca bersahabat sehingga proses Pilkades berjalan lancar,” imbuhnya.
Sebelumnya, Desa Pepelegi bersama Desa Sidokerto sempat masuk kategori rawan administrasi akibat adanya pengaduan dugaan pelanggaran dalam pembentukan panitia Pilkades. Persoalan tersebut bahkan sempat dibahas dalam hearing Komisi A DPRD Sidoarjo pada 19 Februari 2026.
Namun, Ketua Komisi A DPRD Sidoarjo, Rizza Ali Faizin, menyatakan bahwa panitia telah menjalankan prosedur sesuai ketentuan. Ia pun berharap pelaksanaan Pilkades, khususnya di Desa Pepelegi, dapat berjalan lancar dan sukses. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista