Sriatun maju dalam pesta demokrasi tingkat desa itu melawan satu kandidat lain, yakni Bagus Ardiansyah. Berdasarkan rekapitulasi di tingkat Desa, istri dari Cawabup Subandi itu lebih unggul. Sriatun mendapat 4.213 atau 64 persen suara dan lawannya mendapat 2.118 atau 32 persen suara.
Sriatun mengatakan sebagai cakades dirinya sebenarnya menargetkan kemenangan 80 persen dalam pilkades Desa Pabean Sedati. Namun dia juga sangat bersyukur dengan kemenangan itu. “Saya ingin melayani masyarakat dengan sepenuh hati dan merangkul semua masyarakat tanpa pandang bulu,” katanya.
Saat pencoblosan, Cawabup Subandi juga telah menyampaikan hak suaranya di TPS 02. Tentu bebarengan dengan istrinya Sriatun yang sekaligus Cakades setempat.
Dalam kesempatan itu, Subandi berharap agar pelaksanaan Pilkades tetap berjalan tertib dan lancar. "Persiapan matang juga sudah disiapkan Pemkab Sidoarjo dan stake holder terkait. Saya harap pelaksanaan Pilkades ini berjalan aman tertib dan lancar. Ingat, pilkades ini memilih pemimpin yang bisa mengayomi masyarakat, dan bukan hanya soal kalah dan menang,” ujar Cawabup pemenang Pilkada yang diusung dari PKB itu.
Diketahui, dalam Pilkades serentak di Sidoarjo sebenarnya ada 18 desa yang direncanakan pemilihan menggunakan system e-voting, namun karena pembatasan kuota atau jumlah pemilih di setiap TPS, ada empat desa yang batal menggunakan e-voting dalam pilkades ini.
Empat desa yang batal memakai e-voting itu antara lain Desa Janti Kecamatan Waru, Desa Kemangsen Kecamatan Krian, Desa Banjarbendo Kecamatan Sidoarjo, dan Desa Sawotratap Kecamatan Gedangan. (son/vga) Editor : Nofilawati Anisa