RADAR SIDOARJO - Tim dokter forensik Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong mengungkap hasil sementara autopsi terhadap wanita yang ditemukan meninggal dunia di dalam mobil yang terparkir di kawasan Bandara Juanda, Sidoarjo.
Katim Humas Rumkit Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong AKBP Ni Made Wiatini menjelaskan, dari hasil pemeriksaan luar ditemukan sejumlah tanda yang mengarah pada dugaan kematian akibat mati lemas atau asfiksia. Selain itu, juga ditemukan luka akibat kekerasan benda tumpul.
Baca Juga: ASN Pemkab Bangkalan Ditemukan Meninggal di Mobil Parkiran Bandara Juanda di Sidoarjo
“Pada pemeriksaan luar ditemukan luka robek pada cuping telinga kiri akibat kekerasan benda tumpul. Selain itu terdapat pelebaran pembuluh darah pada kedua selaput lendir kelopak mata serta kebiruan pada selaput lendir bibir atas dan bawah. Kelainan-kelainan tersebut lazim ditemukan pada kasus mati lemas atau asfiksia,” ujar AKBP Ni Made Wiatini, Rabu (25/6/2026).
Ia menambahkan, pada pemeriksaan dalam juga ditemukan sejumlah temuan yang menguatkan dugaan tersebut. Perubahan warna menjadi merah kehitaman terlihat pada lidah, epiglotis, serta saluran napas atas. Kondisi serupa juga ditemukan pada dinding lambung korban.
Baca Juga: Perempuan Meninggal di Dalam Mobil Area Parkir Bandara Juanda Sidoarjo, Ini Identitasnya
“Pada pemeriksaan dalam, lidah, epiglotis, dan saluran napas atas tampak berwarna merah kehitaman. Dinding lambung juga berwarna merah kehitaman. Selain itu ditemukan tanda-tanda pembusukan pada seluruh organ tubuh,” jelasnya.
Untuk memastikan penyebab kematian secara pasti, tim forensik telah mengambil sejumlah sampel untuk pemeriksaan toksikologi di Laboratorium Forensik Polda Jawa Timur. Sampel tersebut meliputi ginjal kanan dan kiri, lambung beserta isinya, serta kuku jari telunjuk kanan dan kiri.
Baca Juga: Wamenhaj Tinjau Makkah Route di Bandara Juanda Sidoarjo, Soroti Pelaksanaan DAM Jemaah Haji
Selain itu, hasil pemeriksaan swab vagina korban tidak menemukan adanya sperma. Pemeriksaan juga memastikan korban tidak dalam kondisi hamil.
Berdasarkan kondisi jenazah dan tingkat pembusukan yang ditemukan, korban diperkirakan telah meninggal lebih dari dua kali 24 jam sebelum ditemukan.
“Perkiraan kami korban telah meninggal lebih dari dua kali 24 jam atau sekitar dua hingga tiga hari sebelum ditemukan,” katanya.
BANBaca Juga: Wapres Gibran Pastikan Layanan Makkah Route di Bandara Juanda Sidoarjo Optimal
Meski ditemukan luka akibat benda tumpul pada bagian telinga, pihak forensik belum dapat memastikan kaitannya dengan penyebab kematian. Penyelidikan lebih lanjut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
“Sejumlah sampel sudah kami kirim ke Laboratorium Forensik Polda Jawa Timur. Hasil pemeriksaan diperkirakan keluar sekitar satu minggu ke depan dan akan menjadi bagian penting untuk memastikan penyebab kematian secara lebih lengkap,” pungkas AKBP Ni Made Wiatini. (sur/vga)
Editor : Vega Dwi Arista