RADAR SIDOARJO - Kios tambal ban semi permanen di Jalan Arteri Porong, jalur Malang–Surabaya, ludes dilalap api pada Rabu (17/6) dini hari. Kebakaran tersebut membuat pemilik usaha, Arief, 31, mengalami kerugian yang ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Kebakaran pertama kali diketahui oleh Ghozali, 60, warga Desa Pamotan, sekitar pukul 04.30 WIB. Saat itu, api sudah membesar dan dengan cepat membakar bangunan kios beserta seluruh barang yang berada di dalamnya.
Baca Juga: Gudang Penyimpanan Gas Portable dan Peralatan Rumah Tangga di Tropodo Sidoarjo Ludes Terbakar
Arief mengaku tidak mengetahui pasti penyebab kebakaran yang menghanguskan tempat usahanya tersebut. Ketika mengetahui kejadian itu, api sudah membesar dan hampir melahap seluruh bagian kios.
“Saya sangat sedih. Saya tidak tahu pasti penyebab kebakarannya. Saat mengetahui kejadian, kondisi api sudah besar dan membakar seluruh isi kios,” ujar Arief, Rabu (17/6).
Baca Juga: Gudang Bahan Makanan dan Minuman di Rangkah Kidul Sidoarjo Ludes Terbakar
Akibat kejadian tersebut, sejumlah aset dan perlengkapan usaha tidak berhasil diselamatkan. Di antaranya uang tunai sekitar Rp 70 juta, dua sepeda motor jenis Honda Revo dan GL Max, 20 ban truk baru, satu unit kompresor besar, telepon genggam, serta berbagai peralatan bengkel.
“Semuanya habis terbakar,” katanya.
Baca Juga: Tempe Ludes dalam Hitungan Jam, Berkah Lebaran Ketupat bagi Perajin di Sidoarjo
Mendapat laporan kebakaran, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Sidoarjo langsung bergerak menuju lokasi. Dua unit mobil pemadam dari Pos Candi dan Pos Porong diterjunkan untuk menjinakkan kobaran api.
Petugas Damkar Pos Candi, Hanafi, mengatakan proses pemadaman membutuhkan waktu cukup lama karena banyaknya material yang mudah terbakar di dalam kios, terutama ban baru dan ban bekas.
Baca Juga: Hitungan Jam, Tiket Deltras Sidoarjo vs Barito Putera Kategori Pelajar dan Ekonomi Ludes
“Kami mengerahkan dua unit mobil damkar dari Pos Candi dan Pos Porong. Api berhasil kami lokalisir sekitar pukul 05.40 WIB,” ujar Hanafi.
Menurut dia, material berbahan karet membuat api cepat membesar dan menghasilkan panas tinggi. Kondisi tersebut menjadi salah satu kendala petugas saat melakukan pemadaman.
“Kendalanya karena objek yang terbakar terdapat banyak ban baru maupun ban bekas yang mudah terbakar. Meski lokasi tidak terlalu luas, material karetnya cukup banyak sehingga proses pemadaman membutuhkan waktu lebih lama,” jelasnya.
Baca Juga: Gudang Rongsokan di Sidokumpul Sidoarjo Terbakar, Barang Bekas Ludes, Ini Dugaan Penyebabnya
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, seluruh bangunan semi permanen yang digunakan sebagai tempat usaha tambal ban beserta isinya hangus terbakar.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Petugas memastikan api telah berhasil dipadamkan dan tidak merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi.
“Yang terpenting api berhasil dipadamkan dan tidak sampai merembet ke bangunan lain. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” pungkas Hanafi. (sur/vga)
Editor : Vega Dwi Arista