Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Kades Buncitan Sidoarjo Diduga Mengakhiri Hidup Akibat Masalah Utang

Suryanto • Senin, 4 Mei 2026 | 10:40 WIB
GEGER: Proses evakuaai Kades Buncitan usai ditemukan tewas di balai desa.
GEGER: Proses evakuaai Kades Buncitan usai ditemukan tewas di balai desa.

RADAR SIDOARJO - Warga Desa Buncitan, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo digegerkan dengan penemuan Kepala Desa setempat, Mujiyono (55), yang ditemukan meninggal dunia di ruang kerjanya di Kantor Desa Buncitan, Minggu (3/5) sore.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 16.00 WIB oleh petugas kebersihan kantor desa, M. Khojim.

Baca Juga: Kades Buncitan Sedati Sidoarjo Ditemukan Meninggal Tak Wajar di Balai Desa, Leher Terlilit Tali

Saat hendak menjalankan rutinitas, ia melihat sepeda motor korban terparkir di depan ruang kepala desa dengan kondisi pintu terbuka dan lampu dalam keadaan mati. Ketika dicek, korban tampak duduk di sofa seperti tertidur.

Namun setelah lampu dinyalakan, korban diketahui telah meninggal dunia dengan kondisi leher terikat selang air yang tergantung di ventilasi jendela.

Baca Juga: Pemotor Tewas Usai Tabrak Pohon di Jalan Raya Kletek Taman Sidoarjo

Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo, AKP Siko Sesaria Putra Suma mengatakan bahwa pihak kepolisian segera mendatangi lokasi usai menerima laporan dari warga.

“Kami menerima laporan dari Polsek Sedati terkait penemuan korban di ruang kerja Kepala Desa Buncitan. Tim kami bersama Unit Inafis langsung melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengamankan sejumlah barang bukti,” ujar Siko.

Baca Juga: Pemotor Tewas Tabrakan di Jalan Pahlawan Sidoarjo

Dari hasil olah TKP, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya selang air berwarna biru yang diduga digunakan sebagai alat gantung diri, satu unit ponsel, sandal, serta beberapa dokumen penting termasuk surat tulisan tangan dan surat perjanjian.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, korban diduga telah merencanakan aksinya. Dugaan ini diperkuat dengan riwayat pencarian di ponsel korban yang berkaitan dengan cara bunuh diri serta adanya persoalan hutang piutang.

“Dari hasil penyelidikan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh korban. Dugaan sementara mengarah pada tindakan bunuh diri yang dipicu masalah pribadi, terutama terkait beban hutang,” tambahnya.

Polisi juga mengungkap bahwa korban memiliki sejumlah permasalahan finansial, di antaranya tunggakan hingga ratusan juta rupiah yang jatuh tempo pada Mei 2026, serta hutang kepada beberapa pihak.

Jenazah korban telah dievakuasi ke RS Bhayangkara Porong untuk dilakukan visum et repertum dan pemeriksaan lebih lanjut. Hasil awal menunjukkan adanya luka jerat pada leher yang menyebabkan patah tulang leher sebagai penyebab kematian.

“Kami masih melakukan pendalaman dengan memeriksa saksi-saksi dan melengkapi administrasi penyidikan untuk memastikan secara menyeluruh penyebab kematian korban,” pungkas Siko Sesaria.(sur/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#balai desa #Evakuasi #kantor #Kades #Buncitan