RADAR SIDOARJO - Setelah lima hari pencarian intensif, Gibran Septian, 1,5, balita asal Desa Kalidawir, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu (12/4).
Korban ditemukan sekitar 13 kilometer dari lokasi awal kejadian, diduga terbawa arus sungai.
Baca Juga: Update Pencarian Balita Tenggelam di Sungai Kalidawir Sidoarjo
Peristiwa ini bermula pada Rabu (8/4) sekitar pukul 15.30 WIB. Saat itu, korban diketahui tidak berada di dalam rumah. Keluarga yang sedang berada di depan rumah tidak menyadari keberadaan korban, dan tidak ada saksi yang melihat kejadian tersebut secara langsung.
Upaya pencarian awal menemukan sepasang sandal yang diduga milik korban. Satu sandal berada di depan rumah, sementara sandal lainnya ditemukan di tepi sungai. Temuan ini menguatkan dugaan bahwa korban terjatuh atau terseret arus sungai di sekitar lokasi.
Baca Juga: Tangis Haru Pecah di UPT PPSA Balita Sidoarjo saat Wabup Mimik Peluk Anak-Anak
Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Sidoarjo, Basarnas, TNI, Polri, pemerintah kecamatan dan desa, relawan, serta warga setempat kemudian melakukan pencarian menyeluruh di sepanjang aliran sungai.
Setelah lima hari penyisiran, jasad korban akhirnya ditemukan pada Minggu (12/4) sekitar pukul 11.20 WIB.
Baca Juga: Pelajar SMP Ditemukan 4 Km dari Lokasi Asal Tenggelam di Krian Sidoarjo, Kondisi Meninggal
Humas BPBD Damkar Sidoarjo, Yoli Wisnu, menyampaikan bahwa pencarian dilakukan secara maksimal dengan melibatkan berbagai unsur.
“Selama lima hari, tim gabungan terus menyisir aliran sungai dan memperluas area pencarian. Korban akhirnya ditemukan sekitar 13 kilometer dari titik awal dalam kondisi meninggal dunia,” ujarnya.
Setelah ditemukan, jenazah korban langsung dievakuasi dan dibawa ke RS Pusdik Porong untuk penanganan lebih lanjut.
“Kami telah berupaya maksimal dalam proses pencarian dan turut menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban,” tambahnya.
Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi dinyatakan selesai. BPBD Sidoarjo mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam mengawasi anak-anak di sekitar aliran sungai, guna mencegah kejadian serupa. (sur/vga)
Editor : Vega Dwi Arista