RADAR SIDOARJO - Keberadaan bus sekolah dinilai belum cukup untuk menjawab persoalan transportasi pelajar di wilayah pelosok Sidoarjo.
DPRD Sidoarjo mendorong Dinas Perhubungan (Dishub) menyiapkan skema angkutan kota (angkot) yang mampu menjangkau jalan-jalan sempit hingga kawasan permukiman yang sulit dilalui bus.
Usulan tersebut disampaikan Ketua DPRD Sidoarjo Abdillah Nasih. Menurut dia, layanan transportasi pelajar tidak seharusnya hanya berfokus pada ruas jalan utama, tetapi juga menjangkau siswa yang tinggal di kawasan pelosok.
Abdillah menyebut bus sekolah memiliki keterbatasan karena hanya dapat melintas di jalan yang relatif besar. Karena itu, angkot dinilai bisa menjadi alternatif untuk menjangkau wilayah yang lebih sempit dan padat.
“Nggak, jangan hanya bus. Kalau bus itu kan terbatas. Hanya bisa jalan-jalan besar, hanya bisa terjangkau kepada misalkan jalan raya saja,” kata Abdillah, Rabu (23/9).
Baca Juga: Diseruduk Truk, Angkot Tercebur ke Parit di Pilang Wonoayu Sidoarjo, Ini Penyebabnya
Politikus Fraksi PKB tersebut mengatakan, Dishub dapat menggandeng pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di sektor angkutan untuk menjalankan skema tersebut. Angkot dinilai lebih fleksibel karena dapat masuk ke kampung-kampung dan ruas jalan yang padat.
“Kalau kerja sama dengan mitra UKM berupa mikrolet, angkot bagus, bisa masuk ke kampung-kampung dan juga jalan-jalan yang padat,” jelasnya.
Baca Juga: Nekat Curi Angkot di Sukodono, Satu Pelaku Dihajar Warga, Dua Kabur
Sejumlah wilayah dinilai berpotensi membutuhkan layanan tersebut. Di antaranya kawasan Waru hingga Sepanjang, Kecamatan Taman, serta wilayah pelosok Kecamatan Tulangan dan Prambon.
Menurut Abdillah, skema angkutan pelajar tersebut dapat menjadi solusi bagi siswa yang selama ini terkendala akses transportasi menuju sekolah. Di sisi lain, program tersebut juga berpotensi menghidupkan kembali angkot yang kini semakin sepi penumpang.
Baca Juga: Sopir Angkot-Driver Ojol Nikmati Bantuan Pembebasan Pajak Kendaraan Bermotor
“Yang penting kemudahan-kemudahan untuk siswanya yang dari pelosok-pelosok dan tidak mengganggu kepadatan,” ujarnya.
Terkait mekanisme pembayaran, Abdillah menyebut masih dapat dibahas bersama. Salah satu opsi yang dapat dipertimbangkan adalah sistem abonemen seperti layanan angkutan pelajar pada masa lalu.
“Apakah seperti dulu kalau zaman SMA abonemen, naik bus pakai abonemen atau pakai apa nanti. Terserah. Yang penting kemudahan untuk siswa,” katanya.
Abdillah menegaskan, usulan tersebut telah disampaikan kepada Dishub dan pihak terkait. Menurut dia, Dishub merespons gagasan tersebut dan selanjutnya perlu menyiapkan formula yang tepat agar dapat direalisasikan.
“Sudah saya sampaikan dan merespons. Tinggal nanti akan cari formulanya bagaimana,” ungkapnya.
DPRD Sidoarjo mendorong Dishub segera mengambil langkah konkret. Selain mempermudah mobilitas pelajar, skema tersebut diharapkan dapat melibatkan kembali sopir angkot yang terdampak penurunan jumlah penumpang.
“Kita mendorong nanti untuk Dishub segera melakukan langkah-langkah tersebut,” pungkasnya. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista
Sumber : radar sidoarjo