RADAR SIDOARJO - Suasana Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Hang Tuah 6 Excellent Juanda, Sidoarjo, tahun ajaran 2026/2027 berlangsung berbeda.
Sebanyak 118 siswa baru diajak mengenal lingkungan sekolah melalui perpaduan pendidikan karakter, pelestarian budaya Jawa, hingga kreativitas digital yang dikemas dalam tema "Wanamarta: Meneladani Pandawa, Raih Prestasi Nyata."
Melalui tema tersebut, para siswa tidak hanya dikenalkan dengan budaya sekolah, tetapi juga diajak meneladani nilai-nilai luhur tokoh Pandawa sebagai bekal dalam kehidupan sehari-hari sekaligus upaya melestarikan budaya Indonesia.
Kepala SMP Hang Tuah 6 Excellent Juanda Ari Sutrijono menjelaskan, rangkaian kegiatan diawali dengan pra-MPLS yang bertujuan memberikan gambaran kepada peserta didik baru mengenai seluruh agenda yang akan diikuti selama sepekan.
"Pada pra-MPLS, siswa kami berikan informasi secara umum mengenai seluruh rangkaian kegiatan. Mereka juga dibagi menjadi lima gugus, yakni Bima, Arjuna, Yudhistira, Nakula, dan Sadewa. Nama-nama tersebut dipilih sesuai tema Wanamarta agar siswa dapat meneladani sifat-sifat baik para Pandawa sekaligus mengenal budaya pewayangan," ujar Ari Sutrijono, Jumat (17/7).
Baca Juga: Bupati Wajibkan ASN Kenakan Batik Khas Sidoarjo dan Udeng Pacul Gowang
Memasuki hari pertama MPLS, kegiatan dibuka melalui upacara pembukaan yang dipimpin kepala sekolah, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian berbagai materi wajib maupun materi pilihan sesuai pedoman MPLS Ramah 2026.
Baca Juga: Bupati Subandi Minta ASN Pakai Batik Sidoarjo, Surat Edaran Diterbitkan Mulai Senin
Ari menuturkan, salah satu kegiatan yang menjadi tantangan bagi siswa baru adalah membuat video pendek mengenai perilaku yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama berada di lingkungan sekolah.
Selain itu, setiap gugus juga diwajibkan menampilkan pertunjukan khas Jawa.
Baca Juga: Tiga Kades Terpilih di Sidoarjo Tetap Dilantik meski Digugat ke PTUN, Ini Kata Bupati Subandi
"Setiap gugus menampilkan tiga pertunjukan, yaitu tari Jawa, nembang, dan drama Jawa. Kami ingin siswa belajar bekerja sama sekaligus mencintai budaya daerah sejak dini," katanya.
Menurutnya, materi MPLS tahun ini terdiri atas materi wajib dan materi pilihan. Materi wajib meliputi Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Pagi Ceria, sopan santun bermedia sosial, serta Gerakan 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun).
Baca Juga: Bupati Sidoarjo Prioritaskan Kontraktor Lokal Garap Proyek, Ini Alasannya
Sementara materi pilihan mencakup wawasan wiyata mandala, budaya sekolah, kurikulum dan empat program unggulan sekolah, keberagaman budaya Jawa, pendidikan lalu lintas, bahaya HIV/AIDS, kesehatan remaja, pengambilan gambar dan editing video, hingga penguatan karakter dan tata tertib sekolah.
Untuk memperkaya materi, sekolah menggandeng berbagai pihak, di antaranya kepolisian, puskesmas, serta Paguyuban Remaja Peduli AIDS Kabupaten Sidoarjo.
Ari menegaskan, tujuan utama MPLS bukan sekadar mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga membentuk karakter peserta didik agar mampu beradaptasi dengan baik di lingkungan baru.
"Harapannya, siswa dapat lebih cepat beradaptasi, memahami budaya sekolah, memiliki karakter yang baik, disiplin, bertanggung jawab, serta merasa nyaman dan bangga menjadi bagian dari SMP Hang Tuah 6 Excellent Juanda," tegasnya.
Rangkaian MPLS ditutup melalui upacara penutupan yang diisi dengan pemberian penghargaan kepada peserta MPLS terbaik putra dan putri, gugus terbaik, serta kakak pendamping terbaik sebagai bentuk apresiasi atas semangat dan partisipasi seluruh, peserta. (nas/dik/vga)
Editor : Vega Dwi AristaSumber : radar sidoarjo