Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Guru SDN 2 Sawohan Buduran Sidoarjo Rela Naik Perahu Setiap Hari demi Mengajar

Diky Putra Sansiri • Jumat, 17 Juli 2026 | 16:44 WIB
ROB: Para guru SDN 2 Sawohan, Buduran, Sidoarjo saat berangkat ke sekolah.
ROB: Para guru SDN 2 Sawohan, Buduran, Sidoarjo saat berangkat ke sekolah.

RADAR SIDOARJO - Di tengah keterbatasan akses dan ancaman banjir rob yang rutin melanda, semangat belajar di SDN 2 Sawohan, Dusun Kepetingan, Desa Sawohan, Kecamatan Buduran, Sidoarjo, tetap menyala.

Pada tahun ajaran 2026/2027, sekolah yang berada di kawasan terpencil tersebut hanya menerima empat peserta didik baru. Meski jumlahnya sedikit, kondisi itu tidak mengurangi semangat para guru untuk terus mengabdi dan memberikan pendidikan bagi anak-anak di wilayah pesisir.

Baca Juga: Hari Pertama Sekolah, SDN Trosobo Sidoarjo Lepaskan Ratusan Burung sebagai Simbol Harapan

Guru Kelas V SDN 2 Sawohan, Ahmad Fadholi, mengatakan pada pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ini, sekolah menerima empat siswa baru yang terdiri atas dua siswa laki-laki dan dua siswi.

"Alhamdulillah masih dapat empat siswa," ujarnya, Jumat (17/7).

Baca Juga: Jelang Tahun Ajaran Baru, Toko Seragam Sekolah di Sidoarjo Diserbu Pembeli

Saat ini, total siswa SDN 2 Sawohan berjumlah 27 anak. Rinciannya, kelas I sebanyak empat siswa, kelas II lima siswa, kelas III lima siswa, kelas IV lima siswa, kelas V lima siswa, dan kelas VI tiga siswi.

"Totalnya ada 27 siswa," kata Fadholi.

Baca Juga: Komisi D DPRD Sidoarjo Dorong Penambahan PKBM, untuk Tangani Ribuan Anak Putus Sekolah

Menurutnya, mengajar di daerah terpencil menghadirkan pengalaman yang berbeda. Kebahagiaan terbesar bagi para guru adalah melihat semangat anak-anak dalam mengikuti pelajaran meski tinggal jauh dari pusat kota.

"Sukanya, kami bisa mengimplementasikan ilmu kepada anak-anak di daerah terpencil. Mereka sangat antusias menerima pelajaran," ungkapnya.

Baca Juga: Daftar Proyek Rehabilitasi Gedung Sekolah di Sidoarjo yang Dikerjakan Tahun Ini 

Namun, perjuangan menuju sekolah bukanlah hal yang mudah. Setiap hari para guru harus menempuh perjalanan sekitar satu jam menggunakan perahu kayu untuk mencapai Dusun Kepetingan. Kondisi tersebut membuat mereka selalu waspada terhadap faktor keselamatan selama perjalanan.

"Dukanya memang harus naik perahu setiap hari. Tentu ada rasa khawatir soal keselamatan dan sebagainya," tuturnya.

Tantangan lain yang kerap dihadapi adalah banjir rob. Air pasang tidak jarang masuk ke ruang kelas sehingga mengganggu kegiatan belajar mengajar.

"Banjir rob kadang sampai masuk ke dalam kelas. Kami harus kerja bakti membersihkan ruangan dan mengepel lantai sebelum kegiatan belajar dimulai," jelasnya.

Dusun Kepetingan merupakan kampung nelayan terpencil di Desa Sawohan, Kecamatan Buduran, yang berjarak sekitar 12 kilometer dari pusat Kota Sidoarjo. Kawasan ini hanya bisa diakses menggunakan perahu kayu dengan waktu tempuh sekitar satu jam.

Selain dikenal sebagai lokasi wisata religi Makam Dewi Sekardadu, ibu Sunan Giri, Dusun Kepetingan juga memiliki kawasan hutan mangrove yang menjadi daya tarik wisata. Namun, wilayah tersebut juga menjadi salah satu kawasan yang kerap terdampak banjir rob.

Di balik berbagai keterbatasan itu, para guru SDN 2 Sawohan tetap setia menjalankan tugas mereka. Perjalanan panjang dengan perahu dan kondisi alam yang tidak selalu bersahabat tak menyurutkan tekad mereka untuk memastikan anak-anak di kawasan pesisir tetap memperoleh hak atas pendidikan. (dik/vga)

 

Editor : Vega Dwi Arista
Sumber : radar sidoarjo
SDN perahu Sawohan Guru Banjir