Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Bunda PAUD Sriatun Pastikan MPLS TK di Sidoarjo Ramah Anak, Tanamkan Antibullying Sejak Hari Pertama

Diky Putra Sansiri • Rabu, 15 Juli 2026 | 15:23 WIB
SAYANG ANAK: Bunda PAUD Sidoarjo Sriatun Subandi (tengah) didampingi Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo Netti Lastiningsih (dua dari kanan) saat berkunjung ke salah satu TK di Desa Watugolong, Kecamatan Krian, Rabu (15/7). (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)
SAYANG ANAK: Bunda PAUD Sidoarjo Sriatun Subandi (tengah) didampingi Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo Netti Lastiningsih (dua dari kanan) saat berkunjung ke salah satu TK di Desa Watugolong, Kecamatan Krian, Rabu (15/7). (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)

RADAR SIDOARJO - Keceriaan mewarnai pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di salah satu TK Desa Watugolong, Kecamatan Krian, Sidoarjo, Rabu (15/7).

Puluhan peserta didik baru tampak antusias mengikuti berbagai kegiatan seperti mewarnai, bernyanyi, bermain, hingga berkenalan dengan guru dan lingkungan sekolah.

Keceriaan tersebut mendapat perhatian langsung dari Bunda PAUD Kabupaten Sidoarjo Sriatun Subandi yang didampingi Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sidoarjo Netti Lastiningsih beserta jajaran. 

Kunjungan dilakukan untuk memastikan pelaksanaan MPLS berjalan sesuai prinsip sekolah ramah anak, aman, nyaman, dan bebas dari praktik perundungan (bullying).

Bunda PAUD Kabupaten Sidoarjo Sriatun Subandi mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan di sejumlah sekolah, pelaksanaan MPLS berlangsung dengan baik dan disambut antusias oleh para peserta didik baru.

"Alhamdulillah saya melihat dan juga menyaring dari beberapa yang disampaikan oleh bapak ibu guru, untuk proses MPLS ini Insya Allah aman, anak-anak juga senang," ujar Ketua TP PKK (Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga) Kabupaten Sidoarjo ini.

Istri Bupati Sidoarjo Subandi itu menjelaskan, selama lima hari pelaksanaan MPLS, anak-anak dikenalkan dengan lingkungan sekolah melalui berbagai aktivitas yang menyenangkan. Mulai dari bernyanyi, mewarnai, bermain, hingga berkenalan dengan guru dan teman-teman baru.

Menurut perempuan yang juga menjabat sebagai anggota Komisi E DPRD Jawa Timur (Jatim) ini menjelaskan, tujuan utama MPLS adalah membantu peserta didik beradaptasi dengan lingkungan sekolah sehingga mereka merasa nyaman saat memasuki proses belajar mengajar.

"Harapan dan tujuan MPLS ini mudah-mudahan anak didik yang baru bisa mudah beradaptasi dengan lingkungan sekolahnya, juga dengan bapak ibu gurunya. Sehingga nantinya proses belajar mereka bisa berjalan dengan tenang, nyaman dan betah di sekolah," tutur politisi Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut.

Mantan Kepala Desa (Kades) Pabean itu juga menegaskan pentingnya pendidikan anak usia dini sebagai fondasi sebelum memasuki jenjang Sekolah Dasar (SD). 

Sejalan dengan Program Wajib Belajar 13 Tahun, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus mendorong anak usia lima hingga enam tahun mengikuti pendidikan prasekolah terlebih dahulu sebelum masuk SD.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo Netti Lastiningsih mengatakan, MPLS tahun ini tidak hanya menjadi ajang pengenalan lingkungan sekolah, tetapi juga sarana menanamkan nilai-nilai antiperundungan sejak usia dini.

"Anak-anak diajarkan bagaimana bersosialisasi dengan teman, saling menghormati, saling membantu dan saling menyayangi. Itu merupakan bagian dari kegiatan awal di sekolah untuk pencegahan perundungan," jelasnya.

Netti menambahkan, keberhasilan menciptakan sekolah yang aman dan nyaman harus dimulai dari para pendidik. Kepala sekolah, guru, hingga pengawas wajib memahami dan menerapkan panduan Belajar di Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) sebagai teladan bagi peserta didik.

"Yang pertama kepala sekolah, bapak ibu guru dan pengawas harus memahami betul panduan Belajar di Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN). Kemudian diimplementasikan kepada anak-anak. Ketika anak-anak dilarang melakukan kekerasan atau bullying, maka gurunya juga tidak boleh melakukan hal seperti itu. Guru harus menjadi teladan bagi anak-anak," tegasnya.

Di salah satu TK Desa Watugolong, konsep sekolah ramah anak juga didukung penyediaan sarana dan prasarana yang aman serta lingkungan yang bersih. 

Fasilitas seperti tempat cuci tangan, toilet ramah anak, hingga pembiasaan menjaga kebersihan menjadi bagian dari pendidikan karakter yang ditanamkan sejak dini, sehingga anak-anak dapat tumbuh dan belajar dalam suasana yang sehat, aman, dan menyenangkan. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
Sumber : radar sidoarjo
bunda Paud Krian Dinas Pendidikan Sekolah