Batik Sekar Jabon hingga Robotik Ukir Prestasi
RADAR SIDOARJO - Deretan karya kreatif hasil tangan siswa memenuhi area SMKN 1 Jabon, Kamis (18/6). Mulai dari batik khas Sekar Jabon, busana rancangan siswa, tas berbahan kulit, karya fotografi, desain grafis, hingga teknologi robotik ditampilkan dalam Gelar Karya sebagai bukti nyata selama proses pembelajaran di semester genap.
Kepala SMKN 1 Jabon Nur Faridah Ilmianah mengatakan, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi pameran karya, tetapi juga bentuk pertanggungjawaban sekolah kepada para orang tua terhadap kemampuan yang telah dimiliki siswa selama menempuh pendidikan.
Baca Juga: Desa Tak Punya Lahan, Bupati Sidoarjo Arahkan Koperasi Merah Putih Tetap Jalan lewat Pasar Murah
“Selama putra- putrinya belajar di SMKN 1 Jabon, mereka telah melewati proses pembelajaran hingga mampu menghasilkan karya seperti yang ditampilkan pada hari ini. Ini adalah bentuk tanggungjawab kami kepada orang tua,” ujarnya.
Dalam gelar karya tersebut, setiap jurusan menampilkan produk unggulan sesuai bidang keahlian masing-masing. Jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) menghadirkan karya fotografi, desain grafis, face painting, pembuatan kaos, hingga photo booth.
Sementara jurusan kulit dan imitasi menampilkan berbagai produk seperti tas dan sepatu, serta karya batik dengan pewarna alam maupun sintetis.
Baca Juga: Bupati Sidoarjo Wajibkan ASN Jadi Anggota Koperasi Merah Putih
Menurut Nur Faridah, setiap siswa diwajibkan menghasilkan minimal satu produk. Melalui kegiatan tersebut, siswa juga dilatih untuk berani memasarkan hasil karyanya kepada masyarakat.
“Kami memiliki kelas kewirausahaan yang membuka stan penjualan produk siswa. Bahkan dari jurusan kulit sudah mulai melakukan penjualan secara langsung melalui TikTok. Alhamdulillah, banyak orang tua dan masyarakat yang memberikan apresiasi dengan membeli produk karya anak-anak,” katanya.
Baca Juga: Bupati Subandi Beberkan Kinerja APBD 2025 Sidoarjo Capai Pendapatan Rp 5,52 Triliun
Ia menjelaskan, SMKN 1 Jabon sejak awal telah memetakan siswa yang ingin bekerja, melanjutkan pendidikan, maupun berwirausaha sesuai konsep BMW (Bekerja, Melanjutkan, dan Wirausaha).
Meski jumlah lulusan yang memilih bekerja masih lebih banyak, sekolah tetap memberikan ruang bagi siswa yang ingin menjadi wirausahawan.
Salah satu produk unggulan sekolah adalah Batik Sekar Jabon yang terinspirasi dari pohon sekar jabon yang tumbuh di lingkungan sekolah.
Baca Juga: Bupati Sidoarjo Subandi Sidak RTLH di Krembung, Pastikan Renovasi Segera Dilaksanakan
Batik tersebut kini telah mendapat berbagai apresiasi dan bahkan menerima pesanan pembuatan seragam dari sejumlah instansi.
“Harapannya, keterampilan membatik ini tidak hanya berkembang di SMKN 1 Jabon, tetapi juga dapat ditularkan kepada sekolah lain melalui berbagai pelatihan yang kami berikan,” jelasnya.
Tidak hanya unggul dalam karya produk, SMKN 1 Jabon juga terus menorehkan prestasi di berbagai bidang.
Baca Juga: Bupati dan Wabup Sidoarjo Tampil “Mesra”, Kompak Tanam Pucuk Merah
Tim robotik sekolah berhasil menjadi juara dua tingkat Kabupaten Sidoarjo dan melaju menjadi juara satu tingkat Provinsi Jawa Timur. Mereka dijadwalkan mewakili Jawa Timur dalam kompetisi tingkat nasional pada akhir Juli mendatang.
“Walaupun kami berada di wilayah desa dan pinggiran, hal itu tidak mengurangi semangat anak-anak untuk terus belajar dan berprestasi. Insyaallah, akhir Juli nanti kami akan melanjutkan perjuangan di tingkat nasional, mobile robotic dari jurusan TEI (Teknik Elektronika Industri). Mohon doa dan dukungannya agar siswa-siswa kami dapat memberikan hasil terbaik,” ungkapnya.
Selain robotik, prestasi juga datang dari bidang batik dan tata busana. Batik karya siswa berhasil menjadi juara Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat kabupaten dan melaju ke tingkat provinsi.
Sementara karya busana siswa telah tampil dalam berbagai ajang fashion, seperti Malang Fashion Week (MFW) dan event Karya Busana di Jogja Fashion Parade (JFP).
Nurfaridah menegaskan, sekolah akan terus memberikan ruang bagi siswa yang memiliki potensi dan kemampuan lebih agar dapat terus berkembang.
“Anak-anak yang memiliki kompetensi lebih harus kami siapkan ruang untuk terus berkarya. Ini juga menjadi branding sekolah. Dengan banyaknya anak-anak berprestasi dan menjadi juara, akhirnya SMKN 1 Jabon semakin dikenal,” tuturnya.
Melalui kegiatan Gelar Karya, pihak sekolah berharap siswa semakin percaya diri terhadap kemampuan yang dimiliki dan memahami bahwa setiap karya yang mereka ciptakan memiliki nilai serta peluang untuk dikembangkan menjadi usaha.
“Kami ingin anak-anak memiliki keberanian bahwa apa yang mereka lakukan memiliki nilai jual dan manfaat. Sehingga ketika nanti belum masuk dunia industri, mereka sudah memiliki bekal dan kepercayaan diri untuk berwirausaha,” pungkasnya. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista