RADAR SIDOARJO - Semangat kompetisi dan optimisme membara mewarnai penutupan Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Pendidikan Menengah (Dikmen) SMK Negeri dan swasta se-Kabupaten Sidoarjo tahun 2026.
Setelah berlangsung selama empat hari, ajang adu keterampilan tersebut resmi ditutup di Aula Lantai 5 SMK YPM 8 Sidoarjo, Rabu (11/2).
Sebanyak 259 peserta dari SMK negeri dan swasta se-Kabupaten Sidoarjo ambil bagian dalam kompetisi yang digelar sejak 8 hingga 11 Februari 2026. Ajang tahunan ini menjadi panggung pembuktian kualitas siswa SMK sekaligus langkah awal menuju persaingan tingkat provinsi dan nasional.
Ketua panitia, Joko Siswanto menjelaskan, rangkaian kegiatan LKS Dikmen 2026 diawali dengan pembukaan pada Jumat (6/2), kemudian pelaksanaan lomba dimulai Minggu (8/2) hingga Rabu (11/2).
“Closing ceremony Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Dikmen 2026 SMK Kabupaten Sidoarjo ini diikuti 259 peserta dari SMK negeri dan swasta. Ada 46 bidang lomba yang dilombakan di Sidoarjo,” ujarnya.
Dari 46 bidang tersebut, sebanyak 38 cabang benar-benar dikompetisikan, mulai dari desain grafis, otomotif mobil, batik, hingga berbagai kompetensi keahlian lainnya sesuai kebutuhan dunia kerja.
Joko menegaskan, target besar telah dipasang. Terlebih, Surabaya dan Sidoarjo akan menjadi tuan rumah LKS Dikmen Jawa Timur (Jatim).
“Target LKS Dikmen Jatim digelar di Surabaya-Sidoarjo harus juara umum. Karena kita sebagai tuan rumah, Cabang Dinas I Surabaya-Sidoarjo punya kiat-kiat dan bertekad optimis menjadi juara umum. Khususnya Sidoarjo harus mendapat juara 1 paling banyak di Jawa Timur,” tegasnya.
Optimisme serupa disampaikan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Surabaya-Sidoarjo, Dr Kiswanto. Ia berharap para peserta tidak berhenti pada capaian tingkat kabupaten, melainkan terus meningkatkan kemampuan untuk berlaga di tingkat provinsi hingga nasional.
“Saya berharap dari hasil LKS ini anak-anak terus berlatih dan semangat mengasah kemampuannya untuk bisa mengikuti tingkat provinsi menjadi juara. Ending-nya tentu mendukung agar juara LKS Dikmen tingkat nasional nanti milik Jawa Timur,” katanya.
Ia menambahkan, persiapan menuju LKS tingkat provinsi akan dilakukan secara intensif dan kolaboratif antara Surabaya dan Sidoarjo, menyesuaikan fasilitas dan standar peralatan nasional.
“Kita akan lakukan latihan intensif. Bisa jadi latihan di Surabaya atau di Sidoarjo, sesuai alat yang dipakai yang standar nasional," terangnya.
Harapannya berkelanjutan, bisa jadi juara kota dan provinsi, dan yang paling penting menyumbangkan emas di tingkat nasional serta mempertahankan juara empat kali.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Sidoarjo, Dr M Bahrul Amig turut mengapresiasi inisiatif SMK, khususnya dalam menanamkan kepedulian terhadap lingkungan.
“Terkait peduli lingkungan, Sidoarjo ini contoh luar biasa yang diinisiasi oleh SMK swasta. Ini patut diapresiasi sangat tinggi, karena tidak banyak yang punya gagasan dengan efek kemanfaatan lingkungan yang besar,” ungkapnya.
Menurutnya, isu lingkungan akan semakin penting di masa depan dan generasi muda harus mampu bertahan sekaligus peduli terhadap kebersihan dan pengelolaan sampah.
“Generasi itu harus survive dan peduli lingkungan. Apalagi atensi pusat, Bapak Presiden, juga menginstruksikan untuk memperkuat gerakan peduli kebersihan terutama sampah. Maka ini harus berbasis komunitas, baik formal maupun nonformal, ayo bareng-bareng,” tegasnya.
Penutupan LKS Dikmen 2026 ini turut dihadiri sejumlah pejabat, di antaranya Sekda Sidoarjo Dr Fenny Apridawati, Ketua MKKS SMK Swasta Jawa Timur Dr Kisyanto, serta Plt Kepala DLHK Sidoarjo Arif Mulyono. (nas/dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista