RADAR SIDOARJO - Program BIMA AKSI yang digelar Madrasah Aliyah (MA) Bilingual Al Amanah Junwangi, Kecamatan Krian, Sidoarjo, Jawa Timur mendapat antusiasme besar dari peserta dari berbagai daerah, mulai Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga Jawa Barat, Sabtu (15/11). Memasuki tahun kedua pelaksanaan, kegiatan ini dibanjiri peserta dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat.
BIMA AKSI merupakan kolaborasi Pesantren Modern Al Amanah Junwangi dengan MGMP Bahasa Arab Jawa Timur, MGMP Bahasa Inggris Sidoarjo, serta didukung Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Program BIMA AKSI ini bukan hanya sekadar menyuguhkan perlombaan. Namun juga menjadi wadah untuk bertemu, belajar, dan tumbuh bersama,” ujar panitia acara, Ustaz Muhammad Irsyadul Ibad.
Ibad menjelaskan, BIMA AKSI digelar setahun sekali dan kini memasuki tahun kedua. Kegiatan ini memiliki sejumlah tujuan, antara lain syiar pesantren, memperluas relasi, serta menunjukkan citra positif pesantren yang asri, rendah hati, dan sejuk.
Tahun ini, konsep perlombaan dibuat berbeda dengan mengakomodasi seluruh program belajar di MA Bilingual, mulai Sanggar Tahfidz, Entrepreneur, Science Robotika, Sanggar Kutubut Turos, Sanggar Sosial Komunikasi, hingga Sanggar Bahasa Internasional. Total terdapat 15 perlombaan dari tiga kategori di masing-masing bidang.
Peserta yang mengikuti kompetisi berjumlah 522 orang, terdiri dari pelajar dan non-pelajar berusia 10–17 tahun. Namun jumlah tamu yang hadir mencapai sekitar 1.000 orang, termasuk pendamping dan pelatih.
“Awalnya kegiatan ini diperuntukkan bagi peserta se-Jatim. Tapi saat penutupan pendaftaran, ada peserta dari Jateng seperti Boyolali, Yogyakarta, dan Semarang. Juga ada peserta dari Jabar seperti Kuningan. Tahun ini peserta dari SD, SMP, SMA, hingga homeschooling bisa ikut karena tidak wajib membawa nama lembaga. Bahkan ada peserta disabilitas dari Malang yang mengikuti lomba robotika,” jelas Ibad.
Untuk tahun ini, BIMA AKSI tetap mendapat dukungan dari Pemprov Jatim. Para juara akan menerima sertifikat khusus dari Gubernur Jawa Timur. Melihat tingginya animo peserta, penyelenggara mempertimbangkan peningkatan skala penyelenggaraan.
“Melihat trial and error dari Jawa Timur Open ini, kami berencana mempertimbangkan lomba tingkat nasional tahun depan. Mohon doa dan dukungannya,” tambahnya.
Pengasuh Pesantren Al Amanah Junwangi, KH Nurcholis Misbah, turut mengapresiasi dukungan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, khususnya terkait penerbitan sertifikat pemenang.
“Semoga kegiatan ini memberi manfaat lebih besar bagi dunia pendidikan di Jawa Timur. Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan Ibu Gubernur,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Kabupaten Sidoarjo, Ahmad Fathoni, menyatakan dukungan atas pelaksanaan kegiatan berbasis sanggar di Pesantren Al Amanah Junwangi. Menurutnya, pendekatan sanggar memberi ruang bagi santri untuk memilih bidang sesuai bakat dan minat mereka.
“Contohnya Sanggar Sains dan Robotika yang kini banyak diminati santri Madrasah Aliyah,” jelasnya. (nas/vga)
Editor : Vega Dwi Arista