RADAR SIDOARJO - Siswa-siswi Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Juwet Kenongo, Porong, kembali membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berprestasi.
Dalam ajang Pekan Olahraga Kabupaten (PORKAB) Disabilitas Sidoarjo 2025, sekolah ini berhasil menyabet gelar juara umum dengan raihan 17 gelar juara pada berbagai cabang olahraga.
Sebanyak 15 atlet disabilitas dari kategori tunagrahita, tunarungu, tunanetra hingga Cerebral Palsy (CP) berhasil mengukir prestasi membanggakan.
Di antaranya, Achmad Chusni Ubaidillah (Juara 1 tolak peluru), Akmad Zidan Irfani (Juara 2 lari 100 meter dan Juara 1 Boccia), Farah Divqa Vrilia Nur M (Juara 1 lompat jauh dan Juara 1 lari 100 meter), serta Zulkarnain Abdillah (Juara 1 bulutangkis dan Juara 1 lompat jauh).
Tak hanya itu, sederet nama lain juga mempersembahkan medali, Muhammad Rizki (Juara 1 lari 100 meter), Reyhan Aprilino (Juara 3 lari 100 meter dan Juara 1 lompat jauh), M. Fahreza Ardianto (Juara 1 tolak peluru), Ricky Alfiant (Juara 2 tolak peluru), Deva Dwidayana (Juara 3 tolak peluru), dan M. Zidan Al Maqhribi (Juara 2 tolak peluru).
Prestasi juga datang dari Amanda Rafania Zhfara (Juara 1 Boccia), Wahyu Rafa Alfararzi (Juara 2 catur), serta Muhammad Rafiandra Syaputra yang sukses menyabet gelar Juara 1 sekaligus Juara Umum PORKAB.
Selain PORKAB, SLB Negeri Juwet Kenongo juga unjuk gigi di ajang Disability Festival 2025 yang digelar Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA). Ajiesaka Perwira Nusantara keluar sebagai juara lomba mewarnai anak, Yasmin Firdausi Fatimah meraih Juara 2 mewarnai dewasa, Zahrotul Adzra Ranaa Imamah menjadi Juara 1 tahfidz anak, Achmad Jauhari Muhtar Juara 1 tahfidz dewasa, serta Muhammad Rafiandra Syaputra kembali menorehkan Juara 1 menyanyi dewasa dan Juara Harapan 2 lempar dart, Rama Riandani.
Kepala SLB Negeri Juwet Kenongo, Ary Kusmindarto, mengaku bangga atas capaian anak didiknya. Menurutnya, keberhasilan ini bukan hanya soal medali, melainkan bukti nyata bahwa anak-anak disabilitas mampu bersaing.
Menurut Ary, prestasi ini dapat diraih karena pihaknya selalu memberikan kesempatan kepada siswa untuk mewujudkan kemampuan yang selama ini mereka pelajari.
"Bakat-bakat mereka kami kembangkan, kami latih, dan hasilnya bisa dibuktikan di berbagai lomba. Alhamdulillah, di PORKAB kemarin kami bisa meraih 17 juara sekaligus juara umum,” ungkap Ary ke Radar Sidoarjo.
Ia menambahkan, keberhasilan ini juga tak lepas dari dukungan para guru yang solid dan bahkan melibatkan pelatih dari luar jika diperlukan.
"Kalau ada lomba yang tidak sesuai kompetensi guru, kami mendatangkan pelatih. Guru dan pelatih kami kompak, koordinasi juga mudah. Harapan saya, pembinaan ini terus berlanjut agar anak-anak bisa berkembang, guru juga terus belajar, sehingga potensi bisa ditularkan dan siswa semakin berprestasi,” jelasnya.
Ia berharap capaian ini menjadi motivasi bagi anak-anak disabilitas untuk terus percaya diri.“Kami ingin tunjukkan bahwa meskipun ada keterbatasan, mereka tetap punya kemampuan besar untuk mengukir prestasi,” pungkasnya. (nas/dik)
Editor : Guntur Irianto