RADAR SIDOARJO - Kemeriahan nampak mewarnai gelaran Al Fattah Got Talent 2025 di Pondok Pesantren Al Fattah Sidoarjo. Ratusan santri dari berbagai daerah, mulai Malang, Nganjuk Mojokerto, Surabaya hingga luar pulau, unjuk kebolehan di atas panggung dengan tema besar “Satu Panggung Seribu Talenta.”
Acara tahunan ini menjadi wadah kreativitas sekaligus pembuktian bahwa santri tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga mampu menunjukkan bakat di berbagai bidang. Mulai dari tari remo, saman, musikalisasi puisi, hingga drama kolosal sejarah perjuangan bangsa yang dimainkan penuh penghayatan oleh para santri.
Penanggung Jawab Al Fattah Got Talent 2025, Muhammad Doni Prasetyo, S.Hum, menjelaskan, kegiatan ini sudah menjadi agenda rutin Pondok Pesantren Al Fattah.
“Tujuannya untuk mengasah kemampuan dan bakat santri di segala bidang. Kalau biasanya hari besar Islam identik dengan penampilan bernuansa keislaman, kali ini kami memberi kebebasan kepada santri untuk mengekspresikan diri. Jadi tidak ada batasan, apakah tentang keislaman, kenegaraan, atau pengalaman mereka di pesantren,” terang Doni P.
Menurutnya, penampilan tahun ini sangat beragam, mulai dari kelas tujuh hingga kelas 12. Ada drama kolosal tentang KH Hasyim Asy’ari yang dimainkan santri kelas delapan, ada juga drama perjuangan G30S/PKI, sampai kisah kehidupan santri ketika mondok.
"Semua dibawakan dengan penuh penghayatan," tuturnya.
Ia menegaskan, acara ini juga menjadi bukti bahwa pesantren bukan hanya tempat pembelajaran agama semata.
“Di Al Fattah, kami ingin memberi ruang bagi santri untuk menampilkan keterampilan dan bakat yang sudah mereka miliki,” ujarnya.
Tak hanya itu, persiapan acara dilakukan selama satu bulan dengan melibatkan santri secara langsung, termasuk dalam mencari sponsor.
“APBS sekolah hanya 50 persen yang digunakan. Sisanya hasil usaha santri sendiri mencari sponsor. Jadi selain melatih bakat, mereka juga belajar keberanian menghadapi masyarakat,” ungkap Doni.
Sementara itu, Kepala SMA Al Fattah Sidoarjo, Ridwan Manan, mengapresiasi penuh kreativitas santri. Dengan adanya kegiatan ini, menurutnya, dapat mewadahi bakat dari para santri.
“Alhamdulillah, kegiatan ini didukung oleh para alumni dan donatur. Tujuannya jelas, menggali dan mengapresiasi bakat santri. Semua talenta mereka terwadahi di sini, baik putra maupun putri. Jadi, acara ini adalah puncak dari serangkaian lomba talent yang sebelumnya sudah digelar,” ujarnya.
Acara yang menyiapkan 550 kursi untuk tamu undangan ternyata dipadati lebih dari 600 pengunjung, termasuk wali santri dan masyarakat sekitar. Hal ini menandakan antusiasme besar terhadap kreativitas para santri. (nas/dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista