Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

SMPN 1 Buduran Sidoarjo Ajak Siswa Baru Hijaukan Lingkungan Sekolah

M Saiful Rohman • Sabtu, 19 Juli 2025 | 01:37 WIB
PENGHIJAUAN: Para siswa saat melakukan penanaman pohon.
PENGHIJAUAN: Para siswa saat melakukan penanaman pohon.

RADAR SIDOARJO - Hari kelima Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMPN 1 Buduran diisi dengan kegiatan penanaman pohon. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi langkah awal menuju predikat Sekolah Adiwiyata.

Kepala SMPN 1 Buduran, Heri Wahyu Rejeki, M.Pd., mengatakan, konsep MPLS tahun ini mengusung tema ramah lingkungan. Dia menyebut istilah MPLS Ramah merupakan akronim dari Rasakan, Aman, dengan Menjaga, Alam, tetap Hijau.

Menurutnya, aksi nyata dilakukan melalui kegiatan menanam pohon sebagai simbol menghijaukan hati siswa. Mereka diajak membangun kesadaran lingkungan melalui pengalaman langsung.

“Yang ditanam ada tanaman toga, bunga untuk taman dan lain-lain. Tidak hanya menanam, siswa juga diberi tanggung jawab merawat tanaman itu,” ucapnya saat ditemui Radar Sidoarjo, Jumat (18/7).

ANALISA: Para siswa diskusi usai observasi di lapangan.
ANALISA: Para siswa diskusi usai observasi di lapangan.

Setiap tanaman diberi label nama siswa agar menumbuhkan rasa kepemilikan. Dengan begitu, siswa diharapkan rutin menyiram, merawat, dan memantau pertumbuhan tanaman tersebut.

Lokasi penanaman dibagi untuk setiap kelas, mulai dari depan kelas hingga belakang kantin. Hal itu dilakukan agar siswa mudah memantau dan merawat tanaman yang menjadi tanggung jawab mereka.

"Semua sudah kami siapkan, yang pasti seluruh penanaman pohon dilakukan di lingkungan sekolah," ujarnya.

Setelah aksi tanam, siswa diajak melakukan kegiatan observasi lingkungan sekitar sekolah. Kegiatan tersebut dinamakan Jelajah Mikrohabitat Sekolah.

 “Tujuannya menumbuhkan rasa ingin tahu dan kecintaan terhadap ekosistem lingkungan,” jelasnya.

"Kami harapkan, siswa lebih tanggap terhadap kondisi sekitar, seperti bila ada tanaman kering atau sampah yang berserakan mereka langsung bertindak," imbuhnya.

Hasil pengamatan tersebut kemudian didokumentasikan dalam bentuk foto dan catatan kelompok. Materi itu menjadi bahan diskusi dalam kegiatan ketiga, yakni sesi lingkar emosi di dalam kelas.

Di kelas, siswa bergiliran menyampaikan hasil temuan mereka. Diskusi berlangsung dalam suasana santai namun tetap mendidik.

"Sebanyak 324 siswa baru mengikuti kegiatan, mereka kami bagi ke dalam sembilan kelas, dan setiap kelas dibagi lagi menjadi enam kelompok presentasi," terangnya.

Sebagai sekolah yang tengah berproses menuju Adiwiyata, Heri ingin menanamkan kesadaran sejak dini. "Harapannya, siswa tak hanya mengenal lingkungan, tapi juga mencintai, merawat dan menjadi agen perubahan di lingkunganya," pungkasnya. (sai/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#SMPN #Lingkungan #Penanaman #Buduran #Sekolah