SIDOARJO - SMP Negeri 1 Tarik (Spenstar) sukses menggelar acara Gelar Karya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Kebhinekaan Global dengan tema “Berbeda Itu Menyenangkan”, sabtu (21/12). Acara yang berlangsung di aula dan lapangan sekolah ini menjadi puncak pembelajaran semester I Tahun Ajaran 2024/2025.
Kegiatan dimulai dengan tampilan Flash Mob Profil Pelajar Pancasila yang penuh semangat. Selanjutnya, berbagai penampilan siswa-siswi Spenstar turut memeriahkan acara, seperti fashion show, orasi toleransi, tari daerah, drama, dan lagu-lagu daerah dari berbagai provinsi di Indonesia.
Selain itu, acara juga dimeriahkan dengan bazar makanan khas dari seluruh Nusantara. Para siswa turut berkreasi menjual makanan dan minuman tradisional dari berbagai daerah. Stand bazar yang disesuaikan dengan budaya Indonesia menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung, termasuk orang tua/wali siswa yang hadir.
Baca Juga: Plt Bupati Sidoarjo Subandi Turun Tangan Mediasi Konflik Warga Sidokerto Buduran dengan Kades
Kostum dan aksesoris yang digunakan dalam acara ini merupakan hasil karya siswa, dengan memanfaatkan bahan-bahan daur ulang seperti plastik, kertas, kardus dan bahan bekas lainnya yang dikreasikan sesuai ciri khas berbagai daerah di Indonesia.
Tak hanya itu, gelar karya ini juga menghadirkan pameran pendidikan tingkat SMA/K yang memberikan informasi pendidikan lanjutan bagi para siswa.
Kepala SMP Negeri 1 Tarik, Dra. Sulih Prihatiningsih, M.Pd., menyampaikan bahwa acara ini bertujuan untuk memperkuat karakter dan kompetensi siswa sesuai dengan penguatan Profil Pelajar Pancasila.
“Kami berharap kegiatan ini dapat mengasah keterampilan komunikasi, kreativitas, inovasi, serta membangun adanya gotong royong dengan teman, saling peduli dan mendorong tanggung jawab pribadi,” tuturnya.
Sebagai bentuk apresiasi, pihak sekolah memberikan penghargaan kepada siswa-siswi yang menampilkan karya terbaik mereka.
"Hal ini diharapkan dapat memotivasi siswa untuk terus berkarya dan bangga terhadap keberagaman budaya Indonesia", tambah Sulih Prihatiningsih.
Acara ini tidak hanya menjadi momen pembelajaran, tetapi juga bentuk nyata dalam menanamkan nilai toleransi, kerja sama, dan kecintaan terhadap kebhinekaan sejak dini. (ind/vga)
Editor : Vega Dwi Arista