SIDOARJO - SD Khazanah Ilmu mengadakan kunjungan ke SLB Negeri Gedangan, Rabu (18/9). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pembelajaran di luar kelas.
Kepala SD Khazanah Ilmu, Mohammad Roji'i, M.Pd mengatakan, kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk outdoor learning yang dirancang untuk memberikan pengalaman sosial kepada siswa. Tujuannya untuk meningkatkan rasa empati siswa terhadap teman-teman mereka yang memiliki kebutuhan khusus.
"Sudah dua tahun ini SD Khazanah Ilmu melaksanakan kegiatan yang berbeda, ada sesi dalam wujud sosial, salah satunya kunjungan ke SLB Negeri Gedangan," ucapnya pada Radar Sidoarjo, Rabu (18/9).
Dia menjelaskan, pengalaman tersebut sangat berkesan bagi para siswa. Kesan luar biasa itu menjadi motivasi untuk meningkatkan empati bagi mereka.
"Tujuannya adalah untuk meningkatkan rasa empati anak-anak agar lebih memahami orang-orang dengan kondisi tertentu," jelasnya.
Roji'i juga menekankan pentingnya empati di tengah maraknya aksi bullying. Dia tidak ingin anak didiknya menjadi bagian orang-orang yang melakukan aksi tak terpuji itu.
"Kami berharap anak-anak dapat tersentuh hatinya dan menghindari perilaku bullying, baik terhadap teman-teman mereka yang normal maupun yang berkebutuhan khusus," ujarnya.
Selama kunjungan, siswa-siswa SD Khazanah Ilmu tidak hanya melihat keterampilan anak-anak SLB Negeri Gedangan, tetapi juga diajak untuk menjalin persahabatan baru. Mereka berinteraksi dengan siswa ke kelas-kelas dan berkenalan mulai dari nama, alamat, serta kelebihan dan kekurangan terhadap sahabat barunya.
Setelah berkenalan, siswa SD Khazanah Ilmu memberikan kado yang telah dipersiapkan. Kado tersebut sebagai ungkapan terima kasih dan simbol persahabatan.
"Pemberian kado itu menjadi cindera mata yang diingat dan memperkuat tali ikatan kasih," terangnya.
Kepala SLB Negeri Gedangan, Miseri M.Pd menyambut baik kedatangan siswa-siswa SD Khazanah Ilmu. Dia merasa bangga dengan penampilan talenta siswa SLB, meskipun mereka memiliki kekurangan.
"Ini adalah momen yang sangat baik, di mana siswa reguler dapat berinteraksi dan menjalin hubungan dengan anak-anak disabilitas," ungkapnya.
Museri berharap kerja sama antara kedua sekolah dapat terus berlanjut. Dia ingin, rasa simpati dan empati terbangun kepada anak-anak reguler terhadap sahabat-sahabat mereka yang berkebutuhan khusus.
"Semoga mereka mampu melihat bahwa setiap orang, terlepas dari kekurangan, memiliki keunikan dan nilai yang berharga," pungkasnya. (sai/vga)
Editor : Vega Dwi AristaSumber : radar sidoarjo