Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Diselenggarakan oleh Polandia, Mahasiswa Unusida Sidoarjo Raih Emas Kembangkan Inovasi Drone untuk Petani

M Saiful Rohman • Kamis, 6 Juni 2024 | 19:07 WIB

 

KEREN: Bersama dosen pembimbingnya, Arda Surya Aditya kelompok Mahasiswa Unisida berhasil jadi juara di Polandia. (M SAIFUL ROHMAN/RADAR SIDOARJO)
KEREN: Bersama dosen pembimbingnya, Arda Surya Aditya kelompok Mahasiswa Unisida berhasil jadi juara di Polandia. (M SAIFUL ROHMAN/RADAR SIDOARJO)
 

SIDOARJO - Lima mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) berhasil meraih prestasi internasional. Mereka mampu merebut medali emas dalam lomba E-Nnovate International Innovation Summit yang diselenggarakan di Polandia.

Lima mahasiswa tersebut yakni, Iyung Fachrur Rozi, M Faizal Zhafran Farros, Norma Zanetta Lia Karisma, Muhammad Badruz Zaman dan Habib Maulana Syah. Mereka berasal dari Prodi yang berbeda yaitu, Teknik Informatika (TIF), Sistem Informasi (SI) dan Desain Komunikasi Visual (DKV).

Dosen pembimbing, Arda Surya Aditya mengatakan, mahasiswanya mengikuti lomba paper yang memaparkan inovasi di bidang teknologi. Dimana mereka berusaha menyatukan antara teknologi dan agriculture.

"Teman-teman mahasiswa membuat ide terkait pemanfaatan drone dalam mengestimasi panen para petani," ucapnya.

Menurutnya, inovasi tersebut sangat bagus, guna melihat jumlah produk yang akan dipanen. Sehingga sebelum dipanen akan dapat diukur seberapa banyak hasil yang didapatkan para petani.

"Sawah itu kan luas, jadi kami ambil gambarnya melalui drone, kemudian diolah menggunakan komputer, jadi dia tahu seberapa besar estimasi panennya," terangnya.

Dia menjelaskan, pengembangan drone yang dibuat sudah selesai. Begitu juga dengan sistem yang menghubungkan ke komputer.

Bagi Arda, sektor pertanian sangat penting untuk dikembangkan. Sebab rata-rata masyarakat Indonesia bekerja sebagai petani. Ditambah dunia pertanian masih mempunyai banyak permasalahan. Seperti kenaikan harga beras dan lain sebagainya.

"Karena itu inovasi tersebut dibuat untuk melihat besaran panen," katanya.

Arda berencana terus mengembangkan inovasi tersebut. Begitu juga dengan hak paten maupun Hak Kekayaan Intelektual (Haki).

Sementara itu, salah satu mahasiswa yang tergabung dalam tim tersebut, M Faizal Zhafran Farros mengaku bangga bisa meraih prestasi tersebut. Apalagi event internasional pertama langsung meraih juara pertama.

"Tentu saya bangga dan nggak menyangka, kerja keras yang selama ini dilakukan ternyata membuahkan hasil dengan juara," ungkapnya.

Awalnya, Faizal dan teman-temannya mencari informasi lomba. Saat ada pembukaan lomba itu ia beserta teman-temanya langsung berinisiatif ikut.

Setelah mengaplikasikan ide, ia beserta teman-temanya mempresentasikan inovasinya di depan juri melalui Zoom.

"Beberapa kali ikut lomba gagal, tetapi kali ini bisa juara, saya bangga dan nggak menyangka," pungkas dengan senang. (sai/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#Drone #Mahasiswa #Petani #polandia #Unusida