Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Kabupaten Sidoarjo Lebih Unggul Dibandingkan Kabupaten Pasuruan ?  

Vega Dwi Arista • Jumat, 10 Mei 2024 | 00:41 WIB

 

MEMUASKAN: Pelayanan di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pemkab Sidoarjo.
MEMUASKAN: Pelayanan di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pemkab Sidoarjo.

Oleh : Yulia Nurfitria

Mahasiswa Prodi Administrasi Publik, Fakultas Bisnis, Hukum, dan Ilmu Sosial, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.

Kabupaten Sidoarjo lebih unggul daripada Kabupaten Pasuruan ? Kok bisa ? Padahal Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Sidoarjo berdekatan. Jika dilihat dari luas wilayah Kabupaten Pasuruan lebih luas yakni dengan luas 1.474,015 km2, sedangkan Kabupaten Sidoarjo hanya 714,27 km2, namun bisa lebih unggul.

Yang pertama, sistem administrasi dan pelayanan publiknya. Pada saat saya membuat KTP di Kabupaten Pasuruan membutuhkan banyak persyaratan dan yang akhirnya tidak dibutuhkan pada saat selesai. Seperti surat pengantar dari RT dan RW, dan surat pengantar dari kantor kepala desa. Saya membuat KTP pada Oktober tahun 2022, karena blangko habis, dan baru jadi Januari 2023.

Sedangkan saat saya bercerita kepada teman saya, yang berdomisili di Sidoarjo, katanya tidak usah repot-repot seperti itu. Tinggal download Sipraja, isi data, datang buat foto serta tanda tangan, dan langsung jadi di hari itu.

Itu membuat saya berpikir, kenapa Pemkab Pasuruan tidak menciptakan aplikasi seperti Sipraja yang dapat memudahkan hal-hal seperti ini, tidak adakah inovasi ?

Itu sudah membuktikan bahwa Pemkab Sidoarjo lebih inovatif dalam pelayanannya.

Yang kedua, industri pabrik dan home industri, di wilayah Kabupaten Sidoarjo lebih banyak industri pabrik atau home industri dibanding yang ada di Kabupaten Pasuruan. Sebab Sidoarjo daerah dengan posisi yang strategis  karena berbatasan langsung dengan Kota Surabaya. Sehingga para investor lebih memilih Sidoarjo yang dijuluki Kota Delta itu untuk industri tersebut. Ditambah lagi Sidoarjo menjadi daerah penghubung antara Pasuruan, Mojokerto dan wilayah sekitar, sehingga membawa banyak keuntungan.

Di sisi lain, Pasuruan juga terdapat industri pabrik maupun home industri namun tidak sebanyak yang ada di Sidoarjo. Pembangunan yang tidak merata ini mengakibatkan perbedaan Upah Minimum Regional (UMR). Yang mana jika UMR suatu daerah kecil, tidak sesuai dengan kebutuhan hidup, maka banyak ketimpangan yang akan terjadi di daerah tersebut, yang tidak jauh dari kata kemiskinan.

Jika seperti itu, setidaknya dari Pemkab Pasuruan bisa berinisiatif lain, yang dapat menguntungkan daerahnya. Caranya dengan membangun industri yang berpotensi mengembangkan, bersaing dan sepadan dengan Kabupaten Sidoarjo. (*)

Editor : Vega Dwi Arista
#administrasi #Sidoarjo #publik #Pasuruan #Pelayanan