Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Perjuangan Ibu: Malaikat Tak Bersayap dalam Kehidupan Keluarga dan Bangsa

Annisa Firdausi • Jumat, 22 Desember 2023 | 00:04 WIB
Dra. Rukmini Ambarwati, M.Psi
Dra. Rukmini Ambarwati, M.Psi

oleh:
Dra. Rukmini Ambarwati, M.Psi
Pengawas Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur

Semua pasti setuju jika Ibu bagaikan malaikat yang tak bersayap yang diturunkan Allah dari surga. Kelembutan dan kasih sayangnya tak lekang dimakan usia. Senyum simpulnya mampu membuat kehangatan dalam keluarga.

Meskipun terkadang lelah menggelayuti pundaknya. Namun ibu tetap ibu yang selalu tulus mengerjakan semua hal demi keluarga. Rasa sakit terkadang diabaikan agar tetap kelihatan tegar dimata keluarga.

Ibu sebagai madrasah pertama bagi anak-anaknya, bagaimana tidak? Peran ibu sepanjang masa, mulai anak masih dalam kandungan ibu sudah memberikan asupan pendidikan karakter Menanamkan nilai-nilai agama, budaya, moral, kemanusiaan, pengetahuan, ketrampilan hingga budi pekerti.

Peranan seorang ibu sangatlah besar dalam membentuk karakter generasi pembangun bangsa yang santun dan bermartabat.

Children see children do, sebuah ungkapan yang menggambarkan bahwa anak akan melakukan apa yang dia lihat. Ibu yang mereka lihat setiap saat. Seorang ibu yang berkarakter santun, ramah, religious dan peduli dengan orang lain, akan melahirkan anak yang tidak jauh berbeda dengan sosoknya.

Ibu tidak akan lelah untuk menanamkan pemahaman, membiasakan dan mengingatkan anak-anaknya untuk mempunyai kepribadian yang baik.

Bagaimana dengan ibu yang bekerja, bisakah menjalankan peran tersebut? Peran dan tanggung jawab ganda tetap terjaga dengan baik meskipun harus berbagi waktu antara karir dan tugasnya sebagai seorang ibu.

Tanggung jawab terhadap keluarga mengurus rumah tangga, merawat anak, memperhatikan tumbuh kembang anak agar tidak terabaikan dan melayani suami dengan segenap pengabdian.

Di era sekarang ini banyak wanita karir yang menduduki jabatan tinggi baik diperusahaan swasta maupun pemerintahan namun tidak meninggalkan kodratnya sebagai seorang ibu.

Semua berhasil di perjuangankan guna mensejahterakan keluarga. Lelah? Pasti namun tidak pernah di keluhkan. Itulah hebatnya seorang ibu.

Mengingat semua apa yang sudah dilakukan ibu sudah sewajarnya mendapatkan tempat yang teristimewa dalam keluarga. Namun Ironisnya! Perjuangan dan pengabdian ibu yang demikian besar bagi keluarga belum mendapatkan advocasi dari tindak kekerasan atau bullying baik yang dilakukan baik oleh suami, anak, keluarga maupun orang lain.

Korban kekerasan baik pelecehan seksual, kekerasan dalam rumah tangga bagaikan fenomena gunung es. Banyak kasus yang belum terungkap dalam masyarakat maupun media.

Kekerasan tidak hanya bersifat fisik , namun juga menyakiti secara psikis melalui perkataan kasar maupun ancaman.

Kampanye dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Anak yang disebut “Three Ends”, Akhiri Kekerasaan terhadap Perempuan dan Anak, Akhiri perdagangan perempuan dan anak (human traffict) dan Akhiri Kesenjangan Akses Ekonomi bagi Perempuan.

Diharapkan mampu untuk melindungi ibu, perempuan dan anak dari berbagai ancaman. Kontribusi ibu sebagai kader pencetak generasi bangsa berkualitas yang kelak akan memimpin negara jangan dianggap sebelah mata.

Rasulullah SAW menyatakan “Wanita adalah tiang negara, jika baik wanitanya maka baiklah negaranya dan jika rusak wanitanya maka rusak pula negaranya.” Semoga menjadi renungan bagi kita semua betapa pentingnya kita menghargai dan menjunjung tinggi perjuangan seorang ibu. (*)

Editor : Vega Dwi Arista
#kasih sayang #surga #keluarga #ibu #bangsa