oleh:
Chornia Putrantasa, M.Pd
Pengembang Teknologi Pembelajaran di Balai Besar Guru Penggerak Jawa Timur
UNESCO mendefinisikan literasi digital sebagai usaha untuk memahami perangkat teknologi komunikasi dan informasi. Khususnya literasi TIK yang menekankan pada kemampuan teknis untuk mengembangkan layanan publik berbasis digital.
Dalam konteks literasi digital, terdapat dua jenis literasi. Yaitu literasi teknologi yang fokus pada pemahaman teknologi digital dan keterampilan teknis, serta literasi informasi yang menekankan pada pengetahuan. Menurut UNESCO, aspek literasi digital terbagi menjadi dua, yaitu pendekatan konseptual dan operasional.
Pendekatan konseptual memusatkan perhatian pada perkembangan kognitif dan aspek sosial emosional. Sementara pendekatan operasional menitikberatkan pada kemampuan teknis penggunaan media, yang memiliki relevansi yang tidak boleh diabaikan.
Literasi digital mencakup kemampuan membaca dan menulis yang terbentuk dalam lingkungan digital. Saat ini, literasi digital dapat ditemui di berbagai tempat, baik di internet maupun di perpustakaan kota dan daerah. Contoh konkret literasi digital yang umumnya terdapat di internet adalah ebook dan bahan bacaan digital yang tidak selalu terbatas pada penyebaran melalui platform online.
Pengertian literasi digital saat ini telah mengalami perkembangan yang mencakup tidak hanya literasi digital umum, tetapi juga literasi komputer, literasi media, literasi sekolah, dan literasi sains. Secara umum, literasi digital dapat diartikan sebagai usaha untuk memahami, menggunakan, melibatkan diri, mentransformasi teks, dan melakukan analisis. Kelima aspek ini berfokus pada pengembangan kompetensi dalam membaca dan menulis.
Literasi digital melibatkan pengetahuan dan keterampilan pengguna dalam memanfaatkan media digital, seperti alat komunikasi dan jaringan internet. Keterampilan ini mencakup kemampuan untuk menemukan, mengerjakan, mengevaluasi, menggunakan, membuat, dan memanfaatkannya dengan bijaksana, cerdas, cermat, dan sesuai dengan tujuannya.
Literasi digital memberikan sejumlah manfaat yang signifikan bagi siswa dalam era digital. Siswa dapat dengan mudah mengakses berbagai sumber informasi secara online, memungkinkan mereka untuk mendapatkan pengetahuan lebih luas dan terkini.
Literasi digital membantu siswa mengembangkan keterampilan membaca dan menulis di lingkungan digital, termasuk pemahaman terhadap berbagai format teks digital.
Peningkatan kreativitas dapat terjadi dengan literasi digital. Dengan literasi digital, siswa dapat belajar menggunakan berbagai alat dan platform kreatif untuk mengekspresikan ide-ide mereka, seperti membuat presentasi multimedia, blog, atau proyek digital lainnya. Siswa dapat mengasah kemampuan penelitian mereka secara online, menilai keandalan sumber informasi, dan mengembangkan keterampilan kritis dalam memproses data yang ditemukan.
Literasi digital membantu siswa memahami dan menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak yang umum digunakan, meningkatkan keterampilan teknologi yang penting di dunia kerja. Siswa dapat belajar untuk menyaring informasi, memahami sudut pandang yang berbeda, dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis dalam menghadapi informasi yang ditemui di dunia digital.
Literasi digital membantu persiapan untuk dunia kerja bagi siswa. Dengan memiliki literasi digital, siswa lebih siap untuk masuk ke dunia kerja modern yang serba digital, di mana keterampilan teknologi dan literasi digital menjadi aset penting. Siswa dapat belajar tentang etika digital, termasuk bagaimana berperilaku secara etis online, melindungi privasi, dan mengelola perilaku digital yang positif.
Literasi digital memungkinkan siswa untuk berkolaborasi dengan teman tidak hanya di tingkat lokal tetapi juga secara global melalui platform online, membuka peluang untuk pertukaran budaya dan pemahaman global. Memiliki literasi digital memberikan keunggulan kompetitif bagi siswa di pasar kerja yang semakin menuntut keterampilan digital. (*)
Editor : Vega Dwi Arista