SIDOARJO - Bursa Kerja Khusus (BKK) yang diselenggarakan di SMKN 3 Buduran berlangsung dengan sukses, Selasa (29/8). Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi para alumni lulusan SMK untuk memasuki dunia kerja yang sesuai dengan kompetensi mereka.
Kepala SMK Negeri 3 Buduran Eko Budi Agus Supriatna mengungkapkan bahwa tujuan dari BKK adalah untuk mendekatkan hubungan antara perusahaan dan para alumni yang tengah mencari pekerjaan.
Menurut dia, sarana itu menciptakan jembatan antara perusahaan dan pencari kerja, khususnya para alumni SMK. Sehingga, para alumni dapat melihat peluang yang ada di berbagai perusahaan dengan lebih jelas. “Mereka bisa memilih perusahaan yang sesuai dengan minat dan kompetensi mereka, sehingga jika diterima, mereka bisa membangun pengalaman kerja yang berharga," ujarnya.
Perwakilan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur Ainnur Rofik menjelaskan, ada lebih dari 20 perusahaan dari berbagai bidang usaha dan industri turut ambil bagian dalam BKK kali ini. Dia menilai, kerja sama antara pemerintah daerah dan provinsi sangat penting dalam menciptakan sinergi yang mendukung kesuksesan acara.
"Kami berharap para alumni dapat memanfaatkan peluang ini sebaik-baiknya," katanya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sidoarjo Ainun Amalia menegaskan bahwa inisiatif seperti ini memberikan kesempatan yang berharga bagi para siswa untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan kualifikasi mereka. Apalagi Sidoarjo menarik minat investor untuk mendirikan industri. Untuk itu, menurut dia penting dilakukan persiapan siswa dengan kualifikasi yang sesuai.
"Sidoarjo merupakan daerah yang diminati oleh investor, oleh karena itu para siswa harus memiliki kualifikasi yang sesuai dengan tuntutan industri," tuturnya.
Perwakilan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Sidoarjo Drs. Hendro Himawan, M. Si juga memberikan apresiasi terhadap kegiatan BKK. Menurut dia, hal itu memberikan kesempatan bagi para pencari kerja untuk berinteraksi langsung dengan calon pemberi kerja. “Ini juga akan membantu mengurangi potensi penipuan dalam proses mencari pekerjaan serta turut mengurangi angka pengangguran," ujarnya. (nis/vga)
Editor : Vega Dwi Arista