SIDOARJO - Bullying merupakan suatu penindasan atau perundungan yang dilakukan seseorang terhadap orang lain. Untuk mencegah hal tersebut guru di SDN Tenggulunan, Kecamatan Candi membentuk Tim Satgas Anti Bullying. Adapun tim satgas beranggotakan enam siswa kelas V.
Ide tersebut memberikan dampak yang sangat baik. Dimana angka perundungan di lingkungan sekolah dapat dimimalisir.
Salah satu anggota tim satgas, Adelia Nur Rahma mempunyai tugas baru. Selain belajar ia juga harus mengawasi teman-temanya sewaktu jam istirahat. Jika mendapati aksi perundungan, baik verbal maupun fisik, ia bersama tim akan menegur. Tidak hanya itu, nama pelanggar juga akan dicatat olehnya.
“Saya bertugas keliling di jam istirahat, lihat anak-anak ada yang bertengkar, ada yang membuang sampah, ada yang mengolok-olok. Terus biasanya jika itu terjadi biasanya diingatkan,” jelasnya.
Tidak hanya memantau aksi perundungan, ia bersama lima temanya juga memantau pelanggaran kebersihan sekolah. Dalam menjalankan tugasnya, tim dibekali dengan rompi dan buku saku.
“Bullying dulu ada, nggak terlalu banyak, semenjak ada tim satgas, sudah banyak yang berkurang,” ucapnya.
Menurut Kepala SDN Tenggulunan, Anis Mufidah, tim satgas anti bullying itu dibentuk karena pengawasan kedisiplinan siswa pada waktu pembelajaran daring. Menurutnya pada masa pandemi kemarin ruang pengawasanya sangat terbatas. Akibatnya setelah kembali ke sekolah, peserta didik kedapatan sedang membullying atau merundung temannya.
“Dulu itu, maaf ya, ada etnis lain, selain Jawa yang bersekolah di sini. Karena adanya perbedaan, mungkin ada kebiasaan budaya, maka harus kita samakan bagaimana persepsi mereka,” ujarnya.
Meski begitu, dalam menjalankan tim tersebut, pihak orang tua siswa tetap ia libatkan. Karena, baginya semua stakeholder harus disamakan persepsinya.
Tim yang dibentuk awal tahun ini berhasil menekan angka perundungan siswa sekolah. Meski ide tim tersebut berasal dari guru, kepala SDN Tenggulunan tetap membuka masukan dari orang tua. Hal ini semata untuk memaksimalkan tim Satgas Anti Bullying demi terwujudnya sekolah anak. (sai/vga)
Editor : Vega Dwi Arista