Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Tingkatkan Literasi, Taman Baca Masyarakat (TBM) Menjadi Solusi

Vega Dwi Arista • Senin, 5 Juni 2023 | 02:17 WIB
Priyanti Rusanti S., S.Sos., M.Pd.
Priyanti Rusanti S., S.Sos., M.Pd.
Penulis: Astri Puspa Mawarni, Mahasiswa Jurusan Ilmu Informasi dan Perpustakaan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Airlangga.

 

Literasi adalah kemampuan seseorang untuk membaca, memahami, mendengar, berbicara dan menulis yang menjadikan seseorang dapat berkomunikasi secara efektif. Kemampuan literasi sangat dibutuhkan seseorang untuk memahami konteks yang lebih luas dalam kehidupan sehari-harinya. Indonesia masih termasuk negara dengan literasi rendah dibandingkan dengan negara-negara lain.

Menurut data Kemendikbud, sebanyak 24 provinsi atau 71 persen masuk dalam kategori literasi rendah. Untuk mengejar ketertinggalan literasi dari negara lain, pemerintah menggalakan budaya literasi, baik baca tulis, literasi digital dan literasi budaya. Dengan adanya budaya literasi ini diharapkan masyarakat dapat mengakses, memahami dan menggunakan informasi secara bijak dan cerdas.

Photo
Photo
EDUKASI: Mahasiswa Universitas Airlangga mengunjungi Taman Baca Masyarakat (TBM) di Jojoran Surabaya. (Foto: Astri Puspa Mawarni)

Untuk itu pemerintah mulai membuat program untuk meningkatkan literasi masyarakat, salah satunya melalui TBM (Taman Baca Masyarakat). TBM adalah wadah literasi masyarakat yang menyediakan buku bacaan yang beragam seperti buku anak-anak, novel, cerita rakyat, sains hingga buku bacaan mengenai resep masakan.
TBM adalah sebuah perpustakaan skala kecil yang juga dikenal dengan sebutan sudut baca, rumah pintar, rumah baca dan sebagainya. Program TBM ini sebagai upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas literasi masyarakat melalui budaya baca. TBM bertujuan untuk menggalakkan kebiasaan membaca yang menyediakan ruang untuk membaca, berdiskusi, dan menulis untuk masyarakat.

Adanya TBM juga bertujuan untuk mendekatkan sumber informasi dan pengetahuan kepada masyarakat berupa buku, karena tidak semua masyarakat mendapatkan akses untuk membaca buku atau mendapatkan informasi secara gratis. TBM juga digunakan untuk mendapatkan informasi bagi masyarakat khususnya dari bahan pustaka. TBM ada yang dikelola oleh pemerintah dan ada juga yang dikelola secara swadaya masyarakat. Tujuan yang ingin dicapai pemerintah melalui TBM adalah membangkitkan dan meningkatkan minat baca sehingga terciptanya masyarakat yang cerdas dan melek literasi.

Photo
Photo
KREATIF: Mahasiswa Universitas Airlangga sedang bercerita dengan boneka tangan. (Foto: Astri Puspa Mawarni)

Keberadaan TBM sangat membantu masyarakat untuk memperoleh literasi dengan mudah. Namun, seiring berjalannya waktu, TBM menjadi sepi pembaca, hanya anak-anak dan beberapa orang dewasa saja yang memiliki kegemaran membaca yang mengunjungi TBM. Hal ini dikarenakan kurangnya aktivitas yang ada di TBM, sehingga anak-anak akan cepat bosan jika hanya sekedar membaca buku. Perlu adanya inovasi dan ide kreatif untuk menghidupkan TBM ini.

Mahasiswa baru Universitas Airlangga dalam kegiatan Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus melakukan pengabdian masyarakat dengan membuat kegiatan “Berkelana Bersama Buku” di TBM Jojoran, Gubeng Surabaya. Dalam kegiatan ini mahasiswa berinovasi untuk menarik pengunjung TBM khususnya anak-anak dengan melakukan pertunjukan cerita boneka dan permainan lainnya.

Photo
Photo
MENYENANGKAN: Anak-anak menyaksikan pertunjukan cerita boneka tangan oleh Mahasiswa Universitas Airlangga. (Foto: Astri Puspa Mawarni)

Anak-anak tampak antusias dalam mengikuti acara pertunjukan boneka. Dengan adanya kegiatan seperti ini dapat membuat pengunjung TBM khususnya anak-anak akan lebih senang dan dapat membuat mereka betah membaca di TBM. Diharapkan kegiatan pertunjukan boneka ini dapat menjadi solusi agar TBM menjadi banyak peminat khususnya anak-anak. Selain sepinya peminat TBM, kendala yang dihadapi adalah kurangnya koleksi buku, kurangnya program kegiatan yang mendukung pengembangan TBM dan juga kurangnya promosi sehingga masyarakat masih tidak mengetahui adanya TBM.

Terlepas dari kendala yang ada dengan adanya TBM diharapkan dapat meningkatkan budaya literasi masyarakat Indonesia agar dapat menjadi bangsa yang cerdas. (*) Editor : Vega Dwi Arista
#Opini #perpustakaan #Membaca #Literasi #Taman Baca Masyarakat