Kepala SMK Trisakti Tulangan Sulis Setiawati,S.Pd mengatakan, dalam kegiatan tersebut ada tampilan dari siswa. Seperti membaca puisi secara bergantian. Kemudian dilanjutkan penandatanganan prasasti anti bullying yang bertempat di halaman sekolah.
Sulis menjelaskan, kampanye anti perundungan sudah dilakukan sejak lama di sekolahnya. Awalnya melalui OSIS dan perwakilan kelas. Namun kali ini dilakukan secara gebyar untuk menunjukkan komitmen sekolah dalam memerangi bullying.
Dia berharap dengan adanya Roots Day di SMK Trisakti Tulangan membawa dampak positif bagi siswa. Sehingga perundungan atau bullying benar-benar tidak ada. “Kadang masih ada siswa yang kurang paham bullying itu bentuknya seperti apa saja,” katanya.
Menurut dia, dengan adanya komitmen bersama tersebut, ke depan tidak ada lagi terjadi perundungan di sekolah. Tidak hanya secara fisik, tetapi juga bullying secara mental. Pihak sekolah pun mengadakan Duta Anti Bullying untuk mencegah perundungan di sekolah.
Guru Bimbingan dan Konseling (BK) SMK Trisakti Tulangan Ifa mengatakan, dalam kegiatan Roots Day Stop Bullying, pihaknya mengundang narasumber dosen Sosiologi dari Umsida sebagai. “Siswa diberi pengetahuan dasar tentang apa itu bullying, jenis dan dampak , serta cara pencegahannya,” jelasnya.
Terkait penandatanganan prasasti sebagai bentuk kesepakatan dari kepala sekolah, dewan guru dan semua siswa mendeklarasikan bahwa SMK Trisakti Tulangan bebas bullying atau perundungan. “Tidak ada lagi bullying verbal, fisik, sosial maupun media sosial,” imbuhnya.
Sebagai Narasumber, Effy Wardati Maryam, S.Psi.,M.Si yang juga merupakan dosen prodi psikologi Fakultas Psikologi dan Ilmu Pendidikan Umsida menambahkan, zaman sekarang memang banyak bullying. Anak dan remaja bisa menjadi pelaku atau korban. “Untuk itu, kegiatan seperti ini sangat berperan besar dalam mencegah perilaku bullying,” katanya. (nis/vga) Editor : Vega Dwi Arista