Siswa Smamda Pamerkan Teknologi untuk Minimalisir Gagal Panen Petani di PMO

Vega Dwi Arista • Dipublikasikan Jumat, 17 Februari 2023 | 16:25 WIB
INOVATIF: Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo M Zainul Arifin, S.Kom., M.M. meliaht karya siswanya di Projects Management Office. (VEGA DWI ARISTA/RADAR SIDOARJO)
INOVATIF: Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo M Zainul Arifin, S.Kom., M.M. meliaht karya siswanya di Projects Management Office. (VEGA DWI ARISTA/RADAR SIDOARJO)
SIDOARJO – Sejumlah prestasi kembali ditunjukkan oleh siswa SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo (Smamda). Dalam kegiatan projects management office (PMO) ke-5 di Auditorium Smamda, Kamis (16/2), para siswa memamerkan teknologi berbasis internet of things (Iot) untuk meminimalisir terjadinya gagal panen bagi petani.

Dalam PMO tersebut, diikuti 16 SMA dan SLB Sekolah Penggerak di Sidoarjo. Serta dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa-Timur, Ir Wahid, M.T dan Rektor ITS Prof Dr Ir Mochammad Ashari, M. Eng, IPU, A. Eng serta Kepala Dinas Pendidikan Prov. Jatim Wilayah Surabaya-Sidoarjo Dr. Luthfi Isa.

Karya siswa SMAMDA, Plant Protection Plateral Agricultural Sector alat berbasis teknologi internet tersebut digadang dapat membantu para petani untuk meminimalisir gagal panen akibat cuaca ekstrem.

Muamar Bahaluan siswa Smamda, salah satu pencetus alat itu mengatakan, kemajuan teknologi berbasis internet juga dapat dimanfaatkan untuk sektor pertanian.

Alat yang yang ia kerjakan secara berkelompok ini dilengkapi dengan payung otomatis yang terbuat dari plastik UV serta sensor penyiraman air jika terjadinya cuaca ekstrem dengan memanfaatkan jaringan internet.

"Plant Protection Plateral Agricultural Sector ini diharapkan dapat membantu para petani untuk meminimalisir gagal panen akibat cuaca ekstrim," kata Muamar.

Inovasi di sektor pertanian hasil karya siswa Smamda ini juga berhasil menyabet juara 1 tingkat internasional, dalam Indonesia International Applied Science Project Olympiad (I2ASPO) yang diadakan IYSA pada akhir tahun 2022 lalu dengan jumlah 300 peserta.

"Kami berhasil mendapat juara 2 dengan gold medal dalam I2ASPO yang digelar di salah satu universitas di Surabaya akhir tahun lalu," ungkap siswa kelas XII IPA tersebut.

Menurutnya, pertanian adalah sektor yang paling rentan terhadap perubahan iklim. Perubahan iklim sendiri merupakan salah satu penyebab turunnya laju pertumbuhan dan produktivitas tanaman.

“Karena itu alat tersebut sangat cocok untuk pertanian,” jelasnya

Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo M Zainul Arifin, S.Kom., M.M. mengaku bangga atas apa yang dicapai siswanya.

"Untuk prodak Smamda sendiri yang masih diunggulkan adalah teknologi dan robotik. Sistem informasi di Smamda yang bergerak seperti sebuah universitas ini dijadikan satu melalui aplikasi android," terangnya.

Dikatakannya project Smamda mengangkat tema rekayasa teknologi untuk membangun NKRI, dengan menginterpretasikan profil pelajar Pancasila yaitu kreatif, bernalar kritis dan gorong royong. (vga) Editor : Vega Dwi Arista
Teknologi Petani SMAMDA PMO