Mulai pukul 07.00, para siswa dari berbagai sekolah SMK Swasta di Sidoarjo berkumpul di stadion yang ada di pusat kota itu. Selepas apel, mereka dibagi ke dalam sejumlah kelompok. Masing-masing kelompok kemudian bergerak untuk bersih-bersih lingkungan sesuai lokasi yang telah ditentukan.
Ketua panitia Joko Siswanto mengungkapkan, kegiatan itu melibatkan seluruh siswa SMK Swasta se-Sidoarjo. Setidaknya ada 65 sekolah yang terlibat. Jika ditotal ada sekitar 1.300 siswa hadir di kawasan Stadion Gelora Delta.
"Mereka adalah perwakilan dari masing-masing sekolah," katanya.
Joko menambahkan, selain di stadion sebagai pusat kegiatan gerakan, seluruh sekolah SMK Swasta di Sidoarjo juga serentak melaksanakan bersih-bersih di lingkungan sekolahnya.
"Ini sebagai salah satu bentuk edukasi kepada siswa untuk peduli terhadap lingkungan," sambungnya.
Gerakan itu juga salah satu penerapan dari Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Yakni karakter peduli lingkungan.
Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Swasta Sidoarjo Dr. Kisyanto menambahkan, gerakan itu sengaja dipelopori guna meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Dia berharap setelah gerakan itu dapat diikuti oleh berbagai kalangan masyarakat di Sidoarjo. Mulai dari unsur pendidikan lain, maupun masyarakat umumnya.
"SMK Swasta jadi motor penggeraknya. Ini yang muda-muda sudah bergerak, yang tua haruslah mendukung," terangnya.
Kisyanto juga menegaskan, kegiatan itu juga bagian dari P5 yang kini tengah dibentuk di lingkungan sekolah. Karakter cinta lingkungan itu tidak hanya sekedar teori, tetapi juga perlu dipraktikkan. Seperti yang dilakukan para siswa SMK Swasta kali ini.
Ke depanya kegiatan semacam itu juga akan terus dikembangkan. Mulai dari kegiatan bersih-bersih lingkungan yang diterapkan rutin mingguan atau bulanan di sekolah. Atau kegiatan cinta lingkungan yang diaplikasikan dalam beragam perlombaan.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo M Bahrul Amig juga menyambut baik gerakan yang dilakukan siswa SMK Swasta Sidoarjo itu. Menurutnya kegiatan itu patut diapresiasi karena muncul kepedulian terhadap lingkungan. "Ini bukan kami yang menyuruh, tapi inisiatif sendiri," jelasnya.
Menurut Amig, cinta lingkungan itu juga perlu untuk terus digelorakan sehingga mampu menjadi lifestyle. Khususnya pada generasi muda. "Kalau gak hidup bersih tidak nyaman," ucapnya.
Hadir mewakili Bupati Sidoarjo, Amig juga menyampaikan bahwa ke depanya juga perlu diciptakan ruang untuk melibatkan siswa berinovasi terkait lingkungan. Salah satunya inovasi atau gagasan untuk pengelolaan sampah di Sidoarjo.
Contoh wadah inovasi itu adalah menampung karya Teknologi Tepat Guna (TTG) dari siswa terkait pengelolaan sampah atau lingungan di Sidoarjo.
"Bisa berbentuk temuan alat, sistem hingga metode-metode tertentu seputar lingkungan," imbuhnya.
Diharapkan gerakan yang telah dilakukan SMK Swasta itu bisa menstimulus sekolah-sekolah lain. Termasuk masyarakat umum agar lebih mau menjaga lingkungan. (son/vga) Editor : Vega Dwi Arista