Kegiatan belajar mengajar pun dilakukan secara online. Sehingga tidak ada siswa yang ke sekolah. Namun, seiring dengan dimulainya Pembelajaran Tatap Muka (PTM), rencana tersebut kembali dimunculkan.
Wakil Ketua Komisi C DPRD Sidoarjo Anang Siswandoko mengatakan, pihaknya mengusulkan ke Dinas Perhubungan (Dishub) Sidoarjo agar bisa bekerjasama dengan pemilik angkot. Selain bisa menghidupkan kembali angkot, adanya angkutan pelajar juga bisa memudahkan pelajar.
Baik pelajar di tingkat SD, SMP, hingga SMA. Sebab saat ini banyak siswa yang mengendarai kendaraan pribadi ke sekolah. Padahal beberapa dari mereka belum cukup umur untuk memiliki SIM.
Anang menilai hal tersebut mengkhawatirkan. Selain bisa meningkatkan risiko kecelakaan siswa, juga menambah jumlah kendaraan di jalan raya.
"Jika ada angkutan pelajar akan lebih simpel dan mudah," katanya.
Di sisi lain, pihaknya juga prihatin dengan kondisi angkot di Sidoarjo yang sudah kehilangan peminatnya. Adanya kerjasama dengan pemkab untuk membuat angkutan pelajar bisa meningkatkan perekonomian para pemilik angkot. (nis/vga) Editor : Vega Dwi Arista