RADAR SIDOARJO - Sebanyak 50 karya seni berupa lukisan, video, hingga instalasi dipamerkan dalam Sidoarjo in Flux 2026 di Rumah Budaya Malik Ibrahim, Sidoarjo.
Karya tersebut merupakan hasil kreativitas 25 seniman dari berbagai daerah, termasuk seniman lokal Sidoarjo serta seniman dari Jepang dan India.
Baca Juga: Pamerkan Cerita Perjalanan Sidoarjo dalam Sebuah Lukisan
Tim Artistik Pameran Sidoarjo in Flux, Evira Putri, mengatakan pameran yang memasuki tahun kedua ini mengangkat beragam persoalan mengenai fenomena perkotaan dan industrialisasi.
Salah satunya karya seniman Jepang yang mengangkat dampak industrialisasi terhadap lingkungan. “Salah satunya karya dari seniman Jepang Osamu Matsuda yang mengangkat persoalan industrialisasi melalui karya video,” katanya, Senin (5/10).
Baca Juga: Hasilkan 2.000 Lukisan selama Pandemi
Melalui karya video tersebut, Osamu Matsuda menampilkan gambaran lingkungan yang terdampak aktivitas industri. Di antaranya cerobong asap serta tumpukan sampah dan barang bekas. “Video tersebut memperlihatkan dampak industri dengan cerobong asap serta tumpukan sampah barang bekas. Karya ini seperti menggambarkan bagaimana industrialisasi memberikan dampak terhadap lingkungan,” jelas Evira.
Selain karya seniman internasional, sejumlah seniman lokal juga menampilkan karya yang mengangkat persoalan lingkungan, khususnya sampah plastik. Ada pula karya berbentuk objek yang mengangkat isu keseharian masyarakat, salah satunya Dholim Bag karya Muhammad Firmansyah yang menggunakan objek ompreng program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Evira menambahkan, pameran Sidoarjo in Flux 2026 terbuka untuk masyarakat umum sepanjang Oktober. Selain menikmati karya seni, pengunjung juga dapat mengikuti berbagai kegiatan pendukung yang digelar setiap akhir pekan. “Pameran ini kami buka untuk umum selama Oktober. Setiap akhir pekan juga akan ada acara lain sebagai bagian dari rangkaian kegiatan pameran,” pungkasnya. (sur/vga)
Editor : Vega Dwi AristaSumber : radar sidoarjo