Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Desa Kebaron Tulangan Sidoarjo Sulap Lahan Tidur Jadi Wisata Petik Jambu, Ini Harganya 

Diky Putra Sansiri • Senin, 8 Desember 2025 | 22:54 WIB
MENYENANGKAN: Warga memetik jambu yang sudah masak di Desa Kebaron, Tulangan, Sidoarjo. (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)
MENYENANGKAN: Warga memetik jambu yang sudah masak di Desa Kebaron, Tulangan, Sidoarjo. (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)

RADAR SIDOARJO - Siapa sangka, lahan desa seluas empat hektare di Desa Kebaron, Kecamatan Tulangan, Sidoarjo, kini berubah menjadi destinasi wisata edukasi yang viral. Hanya dengan tiket masuk Rp 5 ribu, pengunjung dapat menikmati pengalaman memetik dan makan jambu langsung dari pohonnya sepuasnya.

Wisata Kaki Bumi Petik Jambu, nama resmi kawasan itu menjadi contoh nyata bagaimana kreativitas desa dapat menciptakan sumber ekonomi baru sekaligus menyediakan ruang rekreasi murah meriah bagi masyarakat.

Wisata ini dikelola BUMDes Kebaron Makmur bersama kelompok sadar wisata. Dari total empat hektare lahan, dua hektare ditanami sekitar 2.000 pohon jambu, mulai dari jambu biji merah, jambu kristal, hingga jambu Australia. Sementara dua hektare lainnya dikembangkan sebagai area wisata edukasi yang dilengkapi kolam pancing, taman kelinci, peternakan kambing, dan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) sebagai pusat pembelajaran lingkungan.

Kaur TU Desa Kebaron, Hadi Jarmadi, menyampaikan bahwa wisata ini mulai dirintis sejak 2018 dan berkembang pesat setelah mendapat pendampingan dari Asosiasi Desa Wisata Indonesia (ASIDEWI) pada 2021.

“Kami ingin memanfaatkan tanah desa menjadi sumber ekonomi. Wisata ini bukan hanya hiburan, tetapi juga edukasi bagi pengunjung,” ujar Hadi, Senin (8/12).

Setiap akhir pekan, ratusan pengunjung berdatangan, termasuk wisatawan dari luar kota hingga mancanegara. Pernah pula datang tamu dari Jepang yang sengaja mampir untuk merasakan sensasi memetik jambu langsung dari kebun.

Harga tiket masuknya membuat banyak orang terkejut—cukup Rp 5 ribu untuk makan jambu di lokasi sepuasnya. Jika ingin membawa pulang, harganya tetap terjangkau: jambu biji merah Rp 8 ribu/kg, jambu kristal Rp 15 ribu/kg dan jambu Australia: Rp 20 ribu/kg

Selain petik jambu, pengunjung dapat mengikuti kegiatan mancing bareng (mabar) setiap Minggu, memberi makan kelinci, hingga berinteraksi langsung dengan kambing di peternakan mini.

Ani, pengunjung asal Bluru Kidul, mengaku puas dengan pengalaman tersebut.
“Seru sekali bisa makan jambu langsung dari pohonnya. Jenisnya banyak dan benar-benar bisa makan sepuasnya. Saya ke sini bareng teman, sekalian rujakan karena jambunya free,” ujarnya.

Pengelola turut memberikan edukasi mengenai manfaat jambu. Jambu biji merah kaya antioksidan dan baik untuk tekanan darah, sedangkan jambu Australia bermanfaat untuk pencernaan dan membantu produksi kolagen.

Ke depan, pengelola menargetkan pembangunan pasar kuliner serta panggung kesenian untuk menggelar agenda budaya rutin.

Dengan jam operasional pukul 08.00–16.00, Wisata Kaki Bumi Petik Jambu menjadi contoh sukses pengembangan lahan desa yang mampu meningkatkan kesejahteraan dan memperkuat ekonomi masyarakat. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#Wisata #Tulangan #jambu #Desa