Dua Hari, Dua Kali Sabu Diselundupkan di Rutan Medaeng Sidoarjo

Diky Putra Sansiri • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 15:07 WIB
KETAT: Penggagalan penyelundupan sabu di Rutan Medaeng Sidoarjo.
KETAT: Penggagalan penyelundupan sabu di Rutan Medaeng Sidoarjo.

RADAR SIDOARJO - Rutan Kelas I Surabaya atau Rutan Medaeng, Waru, Sidoarjo, kembali menggagalkan upaya penyelundupan sabu.

Dalam kurun waktu hanya dua hari, petugas berhasil membongkar dua upaya berbeda yang melibatkan pengunjung perempuan.

Baca Juga: Istri Selundupkan Sabu di Masakan Bali saat Berkunjung ke Rutan Medaeng Sidoarjo

Terbaru, petugas menggagalkan penyelundupan sembilan paket kristal putih yang diduga sabu, Rabu (9/9). Barang terlarang tersebut disembunyikan dengan modus tak biasa, yakni dimasukkan ke dalam kerupuk plompong yang dibungkus plastik bening.

Pengungkapan bermula saat petugas pemeriksa di area layanan kunjungan, AH dan BCD, mencurigai gerak-gerik seorang pengunjung perempuan berinisial IF, 26, ketika hendak memasuki area Pintu Pengamanan Utama (P2U) Rutan Kelas I Surabaya sekitar pukul 09.30.

Baca Juga: Rutan Medaeng Sidoarjo Terima 41 Tahanan Kasus Love Scamming dari Kejari Surabaya

Petugas kemudian melakukan pemeriksaan badan dan barang bawaan secara detail. Kecurigaan itu akhirnya terbukti setelah ditemukan sembilan pocket berisi kristal putih yang diduga narkotika jenis sabu di dalam kerupuk plompong.

IF diketahui hendak mengunjungi JWP, 25, warga binaan Rutan Medaeng. Keduanya bahkan diketahui merupakan tetangga satu kampung di kawasan Gang Kapas Krampung Buntu, Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Simokerto, Surabaya.

Baca Juga: Kepala Pengamanan Rutan Medaeng Sidoarjo Berganti, Hengki Giantoro Pindah ke Lapas Narkotika Kelas I

JWP merupakan warga binaan yang tengah menjalani hukuman 3 tahun 6 bulan karena perkara pencurian dengan kekerasan (curas) sebagaimana Pasal 365 KUHP. Saat ini, dia telah menjalani masa pidana selama 1 tahun 9 bulan.

Kepala Rutan (Karutan) Kelas I Surabaya Tristiantoro Adi Wibowo mengapresiasi ketelitian dan kewaspadaan petugas yang berhasil menggagalkan upaya penyelundupan tersebut.

Baca Juga: Sulap Lorong Kosong Jadi Perpustakaan, Rutan Medaeng Sidoarjo Dorong Literasi Warga Binaan lewat 300 Buku

"Ketelitian dan kewaspadaan merupakan kunci utama dalam pelaksanaan tugas pengamanan," ujar Tristiantoro, Minggu (13/9).

Baca Juga: Overkapasitas, Rutan Medaeng Sidoarjo Pindahkan 260 Napi ke Sejumlah Lapas

Dia menegaskan, penggagalan tersebut menjadi bukti komitmen Rutan Kelas I Surabaya dalam menciptakan lingkungan rutan yang bersih dari narkotika.

"Saya mengapresiasi kesigapan jajaran pengamanan, terutama petugas pemeriksa kunjungan dalam menjalankan tugas, sehingga setiap potensi gangguan keamanan dapat diantisipasi dan ditangani dengan baik," katanya.

Setelah ditemukan, petugas langsung mengamankan IF beserta barang bukti. Pihak Rutan Kelas I Surabaya kemudian berkoordinasi dengan Polresta Sidoarjo untuk proses pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut sesuai ketentuan hukum.

Kasus tersebut menambah daftar upaya penyelundupan narkotika yang berhasil digagalkan petugas Rutan Medaeng dalam beberapa hari terakhir.

Sebelumnya, Senin (7/9), petugas juga menggagalkan upaya penyelundupan sabu yang dibawa seorang perempuan berinisial SA, 31. Saat itu, SA hendak mengunjungi suaminya, RF, 33, yang merupakan warga binaan Rutan Medaeng.

Modus yang digunakan juga tak kalah mengecohkan. Lima paket kristal putih berukuran sedang dan satu gulungan paket kecil yang diduga sabu disembunyikan di dalam masakan Bali yang dibawa untuk kunjungan.

Kecurigaan petugas pemeriksa berinisial RAP membuat barang bawaan SA diperiksa lebih teliti. Hasilnya, petugas menemukan paket yang diduga berisi sabu tersebut.

Dua penggagalan dalam waktu berdekatan ini menunjukkan bahwa upaya memasukkan narkotika ke dalam rutan masih menjadi ancaman yang harus diantisipasi secara ketat.

Tristiantoro menegaskan, pemeriksaan terhadap pengunjung dan barang bawaan dilakukan secara berlapis sebagai bagian dari upaya mencegah masuknya narkotika maupun barang terlarang lainnya.

"Pertahankan integritas, kedisiplinan dan profesionalisme dalam setiap pelaksanaan tugas," tegasnya.

Menurutnya, deteksi dini, ketelitian petugas, serta sinergi dengan aparat penegak hukum menjadi bagian penting untuk menciptakan Rutan Kelas I Surabaya yang aman, tertib dan bersih dari narkotika. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
Sumber : radar sidoarjo
Warga Binaan Penyelundupan Rutan Medaeng sabu