RADAR SIDOARJO - Komitmen Lapas Kelas I Surabaya atau yang lebih dikenal sebagai Lapas Porong dalam mendukung program ketahanan pangan nasional kembali menuai apresiasi.
Lapas yang berada di Kabupaten Sidoarjo itu berhasil meraih Penghargaan Bidang Pelayanan Publik kategori Lapas dengan Program Asta Cita Bidang Ketahanan Pangan Pemasyarakatan Terbaik dalam ajang Radar Surabaya Award 2026 yang digelar di Vasa Hotel Surabaya, Kamis (30/7) malam.
Baca Juga: Peringati Hari Anak Nasional, Lapas Porong Sidoarjo Berbagi Sembako di Panti Asuhan
Penghargaan tersebut menjadi bukti nyata keberhasilan Lapas Porong bertransformasi dari lembaga pemasyarakatan menjadi kawasan pembinaan yang produktif melalui pengembangan sektor pertanian, peternakan, hingga perikanan sebagai bagian dari implementasi program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Keberhasilan itu berawal dari optimalisasi lahan tidur seluas 5.860 meter persegi yang sebelumnya tidak termanfaatkan. Sejak 2025, lahan tersebut disulap menjadi area pertanian produktif dan berhasil menghasilkan panen perdana jagung manis sebanyak 2,5 ton hanya dari dua kilogram bibit.
Baca Juga: 115 Napi di Lapas Porong Sidoarjo Dipindahkan ke Nusakambangan, Ini Alasannya
Pengembangan tersebut merupakan tindaklanjut atas arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto agar seluruh jajaran pemasyarakatan turut berkontribusi memperkuat ketahanan pangan nasional.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Republik Indonesia Nezar Patria menegaskan pentingnya peran media lokal di tengah derasnya arus informasi di media sosial.
Baca Juga: Petugas dan Warga Binaan Lapas Porong Sidoarjo Makan Siang Bersama Tanpa Sekat
"Jurnalisme adalah ruang penjernih informasi, ruang dimana informasi bisa dijaga dan kita percaya," ujar Nezar.
Ia juga mengajak media untuk menghadirkan lebih banyak pemberitaan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.
LAPABaca Juga: Petugas dan Warga Binaan Lapas Porong Sidoarjo Makan Siang Bersama Tanpa Sekat
"Dulu bad news is good news, namun sekarang kita harus beralih ke good news is a good news," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas I Surabaya Sohibur Rachman mengaku penghargaan tersebut menjadi kejutan sekaligus tantangan bagi seluruh jajaran untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan warga binaan.
"Ini tantangan sebenarnya bagi kami. Menurut kami, kami bekerja normal, normatif dengan apa yang menjadi tanggungjawab kami. Tapi rekan-rekan media sangat care, sehingga malam ini menjadi surprise bagi kami. Penghargaan ini menjadi motivasi agar jajaran kami terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada warga binaan, pelayanan kepada publik, dan masyarakat," katanya.
Sohibur menegaskan, penghargaan tersebut tidak membuat pihaknya cepat berpuas diri. Justru sebaliknya, Lapas Porong akan terus memperkuat program ketahanan pangan yang telah berjalan selama dua tahun terakhir.
"Ya, tetap kami akan konsen kepada apa yang menjadi perintah dari Asta Cita Presiden yang kemudian dijabarkan dalam 15 perintah Menteri, salah satunya ketahanan pangan. Tahun 2025 kami baru memulai, Insyaallah di tahun 2026 ini akan terus ada upaya-upaya peningkatan dalam rangka memperkuat ketahanan pangan di Lapas Porong," ungkapnya.
Menurutnya, apresiasi dari Radar Surabaya menjadi penyemangat bagi seluruh jajaran untuk terus berinovasi dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
"Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas pelayanan, memberikan pengabdian terbaik kepada publik, serta mendukung program pemerintah. Terima kasih kepada Radar Surabaya atas apresiasi yang diberikan," ujarnya.
Direktur Radar Surabaya Lilik Widyantoro menjelaskan, Radar Surabaya Award merupakan bentuk penghargaan kepada individu maupun lembaga yang telah menunjukkan dedikasi dan kontribusi nyata dalam mendorong kemajuan daerah.
"Radar Surabaya Awards merupakan bentuk penghargaan bagi individu maupun lembaga yang telah memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah. Kemajuan hanya dapat diwujudkan melalui sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat," tuturnya.
Selain Lapas Kelas I Surabaya, penghargaan Radar Surabaya Award 2026 juga diberikan kepada sejumlah tokoh nasional dan kepala daerah, di antaranya Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI Nezar Patria, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Bupati Sidoarjo Subandi, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono, Anggota Komisi X DPR RI Reni Astuti, Anggota Komisi XI DPR RI Thoriq Majiddanor, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi AristaSumber : radar sidoarjo