RADAR SIDOARJO - Kuasa hukum keluarga ASN Pemerintah Kabupaten Bangkalan, Ruli Setiawan, menduga korban telah meninggal dunia sebelum mobil dinas yang dikendarainya memasuki kawasan Bandara Juanda.
Dugaan tersebut disampaikan berdasarkan rekaman CCTV, hasil autopsi sementara, serta informasi yang diperoleh keluarga.
Kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya, mengatakan rekaman CCTV menunjukkan mobil yang digunakan Ruli baru memasuki area Bandara Juanda sekitar pukul 16.00 WIB. Padahal, pada hari yang sama sekitar pukul 07.00 WIB, korban masih sempat berkomunikasi dengan suaminya.
“Kami memiliki dugaan bahwa peristiwa penghilangan nyawa terjadi di luar bandara. Kami tidak ingin mendahului proses penyidikan, tetapi berdasarkan informasi yang kami miliki, dugaan tindak pidana tersebut terjadi sebelum korban masuk ke area bandara,” ujar Risang.
Baca Juga: Bareskrim Geledah Kantor Bea Cukai Juanda di Sidoarjo
Menurutnya, keluarga menduga saat kendaraan memasuki kawasan Bandara Juanda, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia. Dugaan tersebut, kata Risang, juga diperkuat dengan temuan awal dari proses autopsi.
Ia menyebut terdapat luka berupa sobekan pada daun telinga kiri korban serta hilangnya anting yang biasa dikenakan korban. Anting tersebut, lanjutnya, tidak ditemukan di dalam mobil sehingga keluarga menduga lokasi ditemukannya jenazah bukan merupakan tempat kejadian perkara.
Baca Juga: Perempuan Meninggal di Dalam Mobil Area Parkir Bandara Juanda Sidoarjo, Ini Identitasnya
“Dugaan kami, tempat ditemukannya jenazah bukan lokasi terjadinya penghilangan nyawa. Peristiwa tersebut kemungkinan terjadi di tempat lain,” tegasnya.
Risang mengungkapkan, sebelum ditemukan meninggal dunia, korban diketahui berada di kawasan Pujon dan Batu, Kabupaten Malang. Berdasarkan informasi yang diterima keluarga, korban masih berada di wilayah tersebut pada Jumat malam hingga Sabtu.
Bahkan sekitar pukul 20.00 WIB, korban sempat membuat unggahan yang menunjukkan keberadaannya di kawasan Batu.
Meski demikian, keluarga hingga kini belum mengetahui dengan siapa korban berada selama berada di Malang. Korban juga disebut tidak pernah menyampaikan rencana perjalanan ke Jakarta kepada keluarga.
“Korban hanya sempat meminta keluarga mengirimkan foto sejumlah dokumen, seperti Kartu Keluarga, untuk suatu keperluan,” jelas Risang.
Terkait sosok pria yang terlihat dalam rekaman CCTV di area bandara, Risang menyebut pihak keluarga maupun rekan kerja korban tidak mengenalinya.
Foto pria tersebut, kata dia, telah diperlihatkan kepada keluarga saat proses autopsi dan juga kepada sejumlah teman korban di lingkungan kerja.
“Yang terlihat hanya ciri-ciri seperti rambut ikal di bagian pinggir, kulit putih, menggunakan kacamata minus, jam tangan di tangan kiri, serta memakai masker. Dari gerak-geriknya juga tidak ada yang dikenali oleh keluarga maupun rekan kerja korban,” ungkapnya.
Risang juga memastikan korban selama ini mengemudikan sendiri mobil dinas yang digunakan karena tidak memiliki fasilitas sopir pribadi.
“Beliau memang terbiasa mengemudikan mobil sendiri dan tidak didampingi sopir untuk kegiatan dinas sehari-hari,” pungkasnya. (sur/vga)
Editor : Vega Dwi Arista