Maling Curi Uang di Toko Tambaksawah Waru Sidoarjo, Uang Ratusan Ribu dan Perhiasan Raib  

Diky Putra Sansiri • Dipublikasikan Kamis, 16 Oktober 2025 | 23:25 WIB

 

 

NEKAT: Maling curi uang di toko Tambaksawah Waru Sidoarjo.   
NEKAT: Maling curi uang di toko Tambaksawah Waru Sidoarjo.  

RADAR SIDOARJO - Aksi pencurian terjadi di Toko Peralatan Peralatan Rumah Tangga (Gerabah) Empat Putri di Desa Tambakrejo, Kecamatan Waru, tepatnya di depan Pasar Tambaksawah, Sidoarjo. Peristiwa itu terjadi Rabu (15/10) pagi, sekitar pukul 10.00, ketika pemilik toko sedang berada di dalam rumah.

Informasi yang diterima, uang tunai ratusan ribu yang disimpan di laci kasir raib disikat maling. Ini bukan kejadian yang pertama, sebelumnya emas seberat 35 gram senilai puluhan juta dan delapan elpiji tiga kilogram juga raib.

Pemilik toko, Hj Rusmi mengatakan, pagi itu dia bersama suaminya sedang beres-beres toko, menata barang dagangan. Setelah rampung, Abah Suprapto, suami dari Rusmi, masuk ke dalam untuk beristirahat.

"Abah masuk ke dalam rumah terus tidur. Saya di ruang tamu lihat-lihat video jamu di YouTube. Kondisi toko saat itu sedang sepi," ujar nenek berusia 73 tahun itu.

Waktu itu dimanfaatkan oleh pelaku untuk masuk ke dalam toko tanpa disadari oleh Rusmi dan Suprapto. Pelaku melancarkan aksinya dengan tenang dan mencuri uang tunai ratusan ribu rupiah hasil dari penjualan.

"Pelakunya masuk dari depan toko terpantau cctv. Saya di dalam tidak mendengar suara sama sekali. Ternyata uang tunai di dalam laci diambil semua," keluhnya.

Uang tunai tersebut besarannya diperkirakan antara 300-500 ribu. Setelah beberapa jam kemudian, Rusmi baru menyadari setelah mengecek laci toko. Ia pun memanggil anaknya untuk mengecek rekaman cctv.

"Di cctv sangat jelas wajahnya, sepertinya orang daerah sini. Saya hafal. Habis mencuri itu langsung kabur ke arah selatan," ujarnya.

Menurut Rusmi, pelaku datang dua orang berboncengan. Satu pelaku menunggu di atas motor sambil mengawasi keadaan sekitar, sedangkan satu pelaku lainnya bertugas sebagai eksekutor.

Ia mengungkapkan, ini bukan kejadian pertama, beberapa bulan sebelumnya, tokonya juga kemalingan. Pelaku masuk ke dalam rumah, mengacak-acak kamar dan mencuri perhiasan seberat 35 gram.

"Perhiasan gelang saya dicuri beberapa bulan sebelumnya beratnya 35 gram. Saya sudah laporkan tapi belum ada tindak lanjut," tambahnya.

Ia menambahkan, padahal perhiasan tersebut akan dijual dan hasilnya akan digunakan untuk ibadah umroh. Namun, harapannya pupus akibat kejadian tersebut.

"Mau umroh gak jadi, karena uangnya tidak ada," imbuhnya.

Tak hanya itu, delapan tabung gas elpiji miliknya juga dicuri sebelum kejadian pencurian perhiasan tersebut. Ia mengungkapkan, tokonya kini menjadi langganan maling dan belum ada yang tertangkap.

Atas kejadian tersebut, kasus ini sedang ditangani oleh Polsek Waru untuk penyelidikan lebih lanjut. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
Sumber : radar sidoarjo
toko CCTV Maling uang Waru