RADAR SIDOARJO - Proyek pelebaran jembatan di Jalan Raya Trosobo, Kecamatan Taman, Sidoarjo, membuat arus lalu lintas Surabaya–Mojokerto dan sebaliknya mengalami macet. Setiap hari, antrean kendaraan mengular panjang, terutama saat jam sibuk. Untuk mengurangi kepadatan, Unit Lantas Polsek Taman menerapkan pola rekayasa lalu lintas.
Jembatan yang berada di sisi barat Flyover Trosobo itu kini tengah direnovasi dan ditargetkan rampung pada Jumat (28/11). Lebar jembatan yang semula hanya sekitar dua meter akan diperluas menjadi enam meter agar lebih layak menampung volume kendaraan yang padat setiap harinya.
"Jalan Raya Trosobo terpantau tidak bergerak, dari tadi macet," kata pengendara motor, Budi, Kamis (11/9).
Kemacetan mengular, baik dari arah Surabaya maupun Mojokerto. Meskipun ia sudah berangkat untuk bekerja lebih awal, namun tetap terjebak kemacetan di kawasan Trosobo, Taman. Selain itu, jam-jam padat menjadikan kemacetan semakin tak terbendung.
“Jembatan yang sebelumnya hanya memiliki lebar sekitar dua meter, kini akan diperluas menjadi enam meter guna mendukung kelancaran arus lalu lintas di jalur utama penghubung Surabaya menuju Mojokerto dan sekitarnya,” ujar Kanit Lantas Polsek Taman, Iptu Hari Nurcahyo, Kamis (11/9).
Selama proyek berlangsung, arus kendaraan dari Surabaya menuju Mojokerto dialihkan ke jalur berlawanan arah (Mojokerto–Surabaya). Jalur itu dibagi menjadi dua lajur sehingga kendaraan dari arah Surabaya dan Mojokerto tetap bisa bergerak meski bergantian.
“Arus dari arah Surabaya kami belokkan ke kanan menuju jalur Mojokerto–Surabaya. Setelah melewati jembatan, kendaraan dikembalikan lagi ke jalurnya. Rekayasa ini sudah kami koordinasikan dengan Dinas Perhubungan dan kontraktor pelaksana,” ujarnya.
Untuk mengurangi kepadatan, polisi bersama Dishub telah menyiapkan rambu peringatan, banner imbauan, serta jalur alternatif di titik-titik strategis seperti Bundaran Waru dan simpang empat Bypass Krian. Petugas pun disiagakan selama 24 jam penuh.
“Kami harap masyarakat bisa memahami dan bersabar selama proses pelebaran berlangsung. Ini demi kepentingan bersama agar jalur ini lebih aman dan nyaman ke depannya," tandasnya.
Selain itu, pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat yang tidak memiliki keperluan mendesak untuk menghindari jalur ini dan memilih rute alternatif agar tidak terjebak kemacetan. (dik/gun)
Editor : Guntur Irianto