Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Pengendara Motor Ditendang hingga Jatuh di Bakungtemenggungan Balongbendo Sidoarjo, Begini Kronologinya

Diky Putra Sansiri • Senin, 14 April 2025 | 18:26 WIB
OLAH TKP : Polisi sedang berada di lokasi kejadian korban terjatuh di Jalan Bakungtemenggungan, Balongbendo, Sidoarjo. (IST/RADAR SIDOARJO)
OLAH TKP : Polisi sedang berada di lokasi kejadian korban terjatuh di Jalan Bakungtemenggungan, Balongbendo, Sidoarjo. (IST/RADAR SIDOARJO)

RADAR SIDOARJO - Dua remaja bernasib tragis, mereka mengalami luka parah usai dianiaya oleh segerombolan remaja yang diduga berasal dari perguruan silat di Jalan Raya Desa Bakungtemenggungan, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo, Minggu (13/4).

Korban yang diketahui berinisial WPW, 19, dan temen perempuannya, ON, 19, terpental setelah motor yang dikendarainya ditendang segerombolan pesilat di Jalan Bakungtemenggungan, Balongbendo, Sidoarjo. 

Ironisnya, korban ON sampai terlempar masuk ke dalam selokan. Dugaan penganiayaan itu terjadi sekitar pukul 14.00, tepatnya di depan SD Muhammadiyah, Balongbendo.

"Kami dari acara halal bihalal di MPP Sidoarjo rencana mau pulang ke Mojokerto. Ketika sampai di Krian rekan kami sudah dipepet oleh motor yang berboncengan dua orang," ujar rekan korban, Rafli.

Tak sampai disitu, jaket yang dipakai oleh ON, sempat ditarik oleh dua orang itu, bahkan punggung ON sempat dipukul. Merasa keselamatannya terancam, korban memutuskan berhenti di warung untuk mengamankan diri.

Bukan tanpa sebab, diduga korban bersama temannya menggunakan pakaian juga dari perguruan silat, sehingga memancing respon dari perguruan silat lainnya.

Masih berlanjut, teror kepada kedua korban masih belum usai. Setelah dirasa keadaan aman, korban mencoba melanjutkan perjalanan menuju ke arah Mojokerto. 

Setibanya di depan SPBU Balongbendo, korban ON melihat orang yang sempat memukulnya tadi, sudah menunggu bersama gerombolannya, terdiri dari sekitar 10 motor. Aksi kejar-kejaran akhirnya terjadi, korban sempat dikejar oleh gerombolan tersebut.

Puncaknya ketika sampai di depan SD Muhammadiyah, salah satu motor dari gerombolan remaja tersebut, yakni Yamaha Nmax warna hitam berboncengan tiga, memepet motor korban.

Sayangnya, korban tak mengetahui nopol dari motor tersebut, hanya saja korban tahu bahwa pelaku yang paling belakang memakai kaos oblong warna krem. Kemudian, salah satu pelaku menendang motor korban.

Korban yang tak bisa mengendalikan kendaraannya akhirnya terjatuh. Dua korban terpental, korban pria terpelanting ke aspal, sebaliknya korban wanita terlempar ke selokan hingga mengalami luka parah.

Dua korban ini berboncengan mengendarai Honda Grand, mereka perjalanan menuju ke Mojokerto. Korban pria merupakan warga Kedundung, Magersari, Mojokerto. Sebaliknya, korban wanita merupakan warga Mojolebak, Jetis, Mojokerto.

Sementara itu, Kapolsek Balongbendo AKP Sugeng Sulistiyono membenarkan adanya dugaan penganiayaan yang dialami oleh dua remaja pria dan wanita. Pihaknya sudah menerima laporan dari korban. Kejadian itu dilaporkan korban pada Minggu (13/4) sekira pukul 15.30.

"Kami sudah melakukan olah TKP, membawa korban ke Rumah Sakit Citra Medika, Tarik untuk visum serta memeriksa sejumlah saksi," ujar AKP Sugeng, Senin (14/4).

Ia mengatakan, akibat kekerasan itu, korban pria mengalami luka pada bagian kepala, pinggang, lutut, serta punggung. Sedangkan korban wanita mengalami luka di betis dan patah tulang di bahu kiri.

"Saat ini, tim sedang melakukan penyelidikan intensif untuk segera menangkap para pelaku penganiayaan di Jalan Bakungtemenggungan, Balongbendo, Sidoarjo, ini," pungkasnya. (dik/gun)

Editor : Guntur Irianto
#Pesilat #Pelaku #Balongbendo #Motor #tendang #Pengendara #Korban #Motif #Temenggungan #Silat #Polsek #Bakung #Perguruan