Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Santri Korban Terseret Ombak di Pantai Balekambang Malang Dikenal Sosok yang Periang, Sempat Minta Foto Bareng

Diky Putra Sansiri • Jumat, 11 April 2025 | 19:47 WIB
DUKA : Suasana rumah korban tenggelam di Desa Gemurung, Gedangan, Sidoarjo, Jumat (11/4). Fahmi salah satu korban yang terseret ombak di Pantai Balekambang, Malang. (DIKY PUTRA SANSIRI/RADAR SIDOARJO)
DUKA : Suasana rumah korban tenggelam di Desa Gemurung, Gedangan, Sidoarjo, Jumat (11/4). Fahmi salah satu korban yang terseret ombak di Pantai Balekambang, Malang. (DIKY PUTRA SANSIRI/RADAR SIDOARJO)

RADAR SIDOARJO - Suasana duka nampak menyelimuti kediaman Muhammad Fahmi Sirilah, 15, santri asal RT 3/RW 1, Desa Gemurung, Kecamatan Gedangan, Sidoarjo, yang dilaporkan hilang terseret arus ombak di Pantai Balekambang, Malang.

Belasan kerabat dan tetangga tampak berkumpul di rumah korban Desa Gemurung, Gedangan, Sidoarjo. Mereka berkumpul menanti kabar dari tim SAR gabungan yang hingga kini masih melakukan pencarian terhadap tiga santri yang hilang di Pantai Balekambang, Malang. 

Fahmi dikenal sebagai remaja periang, supel, dan penuh perhatian terhadap teman-temannya. Bude korban, Nur Halimah, mengenang sosok Fahmi sebagai pribadi yang dermawan dan disayang banyak orang.

“Anaknya itu baik banget, kalau ada teman-temannya kumpul pasti dibelikan jajan. Jiwa sosialnya besar, jadi temannya banyak. Sama kayak bapaknya, suka berbagi,” ujar Nur Halimah sambil menahan tangis, Jumat (11/4).

Ia juga menambahkan bahwa Fahmi adalah anak yang pintar dan ceria. Ketika libur lebaran kemarin, Fahmi salah satu pribadi yang dapat menghibur keluarganya melalui tingkah lucunya.

“Ceria banget, pintar juga anaknya. Kalau kumpul sama keluarganya juga perhatian, patuh terhadap orang tua dan santun," tambahnya.

Sementara itu, bude korban lainnya, Uswatun Hasanah menceritakan detik-detik keluarga menerima kabar mengejutkan tersebut. Awalnya, mereka mengira pesan singkat yang masuk hanyalah hoaks.

“Awalnya ada WA masuk ke hp ayahnya, dikira penipuan. Fahmi baru diantar ke pondok pada Senin (7/4) oleh orang tuanya, tiba-tiba dapat kabar seperti itu kaget, barulah percaya setelah telpon pengasuh pondok, ayahnya langsung berangkat ke Malang," tuturnya.

Menurutnya, Fahmi adalah anak yang sangat patuh pada orang tua. Uswatun juga mengenang momen kebersamaan saat lebaran terakhir. Fahmi, katanya, menunjukkan sikap manja dan perhatian kepada keluarga. 

“Setiap pulang kampung pasti ke rumah saya. Nanya, ‘Budhe ada makanan apa?’ Dia juga ngajak foto bareng, tapi saya tolak. Dia itu selalu bisa menghibur,” ucapnya sambil mengusap air mata.

Sebelum balik ke pondok, Fahmi sempat berpamitan kepada Uswatun. Dengan penuh canda dan tawa, Uswatun sempat memberikan uang saku untuk Fahmi.

"Kemarin sebelum berangkat pamit ke saya, 'bude aku berangkat dulu ya ke pondok'. Ini tak kasih uang saku ya pecahan sebanyak Rp 50 ribu, dia dikasih lebih tidak mau," urainya.

Hingga kini, keluarga besar Fahmi terus berharap dan berdoa agar remaja yang dikenal santun dan baik itu bisa segera ditemukan dalam keadaan selamat.

"Mohon doanya, semoga Fahmi bisa segera diketemukan dalam keadaan selamat," harap Uswatun penuh haru.

Fahmi Sirilah merupakan salah satu korban yang tenggelam dalam tragedi maut di Pantai Balekambang Malang. Ia terseret ombak di area palung laut bersama dua temannya Yasir Arafat Inninawa, 15, asal Sidoarjo, dan Lutfi Munawar, 15, warga Pacet, Mojokerto. (dik/gun)

Editor : Guntur Irianto
#Identitas #pencarian #rumah duka #Malang #warga #Terseret #Santri #Korban #Hilang #balekambang #ombak #pantai #Gedangan