SIDOARJO - Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sidoarjo menggelar operasi penyakit masyarakat (pekat) di Kecamatan Krembung, Sidoarjo pada Kamis (27/2).
Operasi ini dilakukan sebagai upaya menjaga ketertiban dan kenyamanan masyarakat dalam menjalankan ibadah puasa, dengan fokus pada penertiban praktik prostitusi dan peredaran minuman keras (miras). Hasilnya, Satpol PP Sidoarjo mengamankan tujuh Pekerja Seks Komersial (PSK), tiga penjudi diamankan.
Kepala Satpol PP Sidoarjo, Yany Setyawan, menyampaikan, operasi ini bertujuan untuk menciptakan suasana kondusif selama Ramadan. Oleh karena itu, pihaknya akan terus melakukan operasi serupa selama bulan puasa untuk memastikan kondisi yang aman dan nyaman bagi warga.
"Hari ini kami menyasar Kecamatan Krembung untuk menindak praktek prostitusi dan peredaran miras. Alhamdulillah, operasi berlangsung lancar meskipun ada beberapa orang yang mencoba melarikan diri," katanya.
Dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan tujuh wanita Pekerja Seks Komersial (PSK) yang selanjutnya akan dibawa ke Liponsos untuk mendapatkan pembinaan.
Selain itu, tiga orang penjudi dan seorang pedagang miras turut diamankan guna diberikan edukasi dan pembinaan lebih lanjut. Dalam operasi kali ini, sebanyak 95 personel Satpol PP diterjunkan dalam operasi ini, dengan dukungan tambahan 50 personel gabungan dari TNI dan Polri.
Meski sempat terjadi pengejaran di area persawahan dan kebun tebu terhadap beberapa orang yang mencoba melarikan diri, petugas akhirnya berhasil menangkap mereka.
Ia menegaskan, pihaknya akan terus melakukan penertiban terhadap berbagai aktivitas yang berpotensi mengganggu kenyamanan masyarakat selama Ramadan.
"Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan menjalankan ibadah puasa dengan baik. Selain itu, usaha hiburan umum juga wajib mematuhi Surat Edaran (SE) Bupati Sidoarjo, di mana seluruh bentuk hiburan umum akan ditutup selama bulan Ramadan," tegasnya.
Saat ini, Satpol PP masih melakukan pendataan terhadap para pelanggar untuk mengetahui asal domisili mereka, mengingat Kecamatan Krembung berbatasan langsung dengan Kabupaten Mojokerto.
"Kami masih memetakan berapa orang yang berasal dari Sidoarjo dan berapa yang dari Mojokerto," pungkasnya.
Satpol PP Sidoarjo akan terus melaksanakan kegiatan ini selama ramadan, dengan mengintensifikasi patroli di berbagai titik rawan, termasuk lokasi-lokasi yang diduga menjadi tempat prostitusi terselubung, peredaran miras, dan perjudian. (dik/gun)
Editor : Guntur Irianto